Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Buka Suara TikTok Batal Diblokir, Kasih Warning ke Trump
    Insight News

    China Buka Suara TikTok Batal Diblokir, Kasih Warning ke Trump

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Januari 2025Updated:21 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok membatalkan penutupan akses di Amerika Serikat (AS) setelah sempat memblokir layanannya selama 12 jam sejak Sabtu (18/1) waktu setempat.

    Dalam pernyataannya, TikTok mengatakan pembatalan penutupan akses itu dikarenakan Presiden AS terpilih Donald Trump berkomitmen untuk mengeluarkan perintah eksekutif yang menunda pemblokiran TikTok.

    Dalam aturan yang diteken Presiden AS Joe Biden, TikTok diminta lepas dari induk ByteDance asal China atau terpaksa diblokir permanen. Mandat aturan itu memberikan tenggat kepada TikTok hingga Minggu (19/1).

    Sementara itu, Trump mengatakan dukungannya agar TikTok tetap berjalan di AS. Namun, Trump memberikan syarat agar kepemilikan TikTok di AS harus dibagi 50% untuk investor di negara Paman Sam.

    Hal ini membuat pemerintah China bereaksi. Dikutip dari Reuters, Senin (20/1/2025), Menteri Luar Negeri China menegaskan bahwa keputusan soal kepemilikan TikTok di AS harus dibuat secara independen oleh perusahaan, tanpa intervensi pemerintah AS.

    “Perusahaan harus memutuskan secara mandiri terkait operasional dan kesepakatan mereka,” menurut pernyataan Menteri Luar Negeri China.

    Pembatalan penutupan akses di AS diumumkan TikTok melalui media sosial X. TikTok menyatakan tengah dalam proses pemulihan layanan. Perusahaan juga menyebut Trump memberikan kejelasan dan jaminan tidak akan menghukum platform yang masih menyediakan layanan TikTok.

    “Sesuai kesepakatan dengan penyedia layanan, TikTok tengah dalam proses pemulihan layanan,” jelas TikTok.

    “Kami berterima kasih kepada Presiden Trump karena memberikan kejelasan dan jaminan yang diperlukan pada penyedia layanan bahwa tidak akan menghadapi hukuman karena menyajikan Tiktok pada lebih dari 170 juta warga Amerika dan lebih dari 7 juta usaha kecil berkembang,” TikTok menambahkan.

    TikTok juga mengatakan pihak perusahaan akan bekerja sama dengan Trump. Tujuannya mencari solusi jangka panjang agar aplikasi berbagi video itu tetap bisa beroperasi di AS.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Inovasi AMD Dorong Revolusi Komputasi AI di Indonesia




    Next Article



    TikTok Music Tutup di Indonesia, Ini Jadwalnya



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.