Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aliran Sungai Terbesar Dunia Berbalik Arah, Penyebabnya Terungkap
    Insight News

    Aliran Sungai Terbesar Dunia Berbalik Arah, Penyebabnya Terungkap

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Januari 2025Updated:24 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Penelitian menemukan ada aktivitas aneh di Sungai Amazon. Aliran sungai tersebut ternyata berlawanan dengan yang diketahui selama ini.

    Amazon diketahui mengalir dari Pegunungan Andes di Peru kemudian melintasi Amerika Selatan, sebelum berakhir di Samudera Atlantik. Aliran itu berasal dari barat menuju ke timur.

    Namun temuan tahun 2006 dan studi geologi berikutnya menemukan aliran mengarah dari timur ke barat

    Russell Mapes yang kala itu masih mahasiswa pascasarjana geologi Universitas North Carolina mengatakan menemukan potongan-potongan kuno batu permata zirkon saat melakukan pengamatan. Menurutnya batuan itu berasal dari arah timur bukan dari Andes di sebelah barat.

    “Sepanjang cekungan, usia butiran mineral menunjukkan lokasi spesifik Amerika Selatan bagian tengah dan timur,” jelasnya dikutip dari IFL Science, Jumat (17/1/2025).

    Penyelidikan lebih lanjut ternyata menemukan sungai Amazon memang pernah mengalir dari arah sebaliknya di masa lalu. Menurut tim peneliti penyebabnya kemungkinan karena daerah tinggi di Amerika Selatan bagian timur laut.

    Dataran itu terbentuk selama Periode Cretaceous, 65-145 juta tahun lalu. “Amazon sangat datar membuat kemiringan dua arah bisa mengubah banyak hal,” kata Supervisor Mapes, Drew Coleman.

    Sementara itu sebuah penelitian pernah membuat pemodelan pada 2014. Ternyata hasilnya mengungkapkan adanya kenaikan permukaan pada Andes.

    Di sana terjadi aliran hujan yang menyebabkan erosi dan membuat lahan basah Pebas. Pada waktu 10 juta tahun lalu, penumpukan sedimen menaikkan lokasi itu dan membuat aliran mengarah ke arah sebaliknya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Sengitnya Persaingan Teknologi Satelit di Bisnis Telekomunikasi




    Next Article



    Pedang Firaun Berusia 3.000 Tahun Ditemukan di Lokasi Tak Terduga



    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.