Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AstraZeneca Bikin Obat Covid-19 Baru, Seberapa Manjur?
    Insight News

    AstraZeneca Bikin Obat Covid-19 Baru, Seberapa Manjur?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Agustus 2021Updated:20 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Perusahaan farmasi asal Anglo-Swedia, AstraZeneca, mengumumkan hasil positif dari uji coba pengobatan untuk gejala penyakit Covid-19 pada Jumat (20/8/2021).

    Dilansir dari AFP, obat yang dibuat dari kombinasi dua antibodi ini awalnya dikembangkan sebagai pengobatan bagi mereka yang sudah pernah terpapar penyakit tersebut.

    Dalam sebuah pernyataan, AstraZeneca mengatakan uji coba baru terhadap 5.197 peserta yang belum terpapar menunjukkan penurunan risiko penyakit simtomatik sebesar 77%, tanpa ada kasus parah yang tercatat.

    Percobaan sebelumnya dari obat AZD7442 menunjukkan hanya mengurangi risiko mengembangkan gejala sebesar 33%, yang disimpulkan tidak signifikan secara statistik pada Juni lalu.

    “Data menunjukkan bahwa satu dosis dapat dengan cepat dan efektif mencegah gejala Covid-19,” kata Myron Levin, peneliti utama percobaan obat Covid-19.

    “Dengan hasil yang menarik ini, AZD7442 dapat menjadi alat penting dalam gudang senjata kami untuk membantu orang-orang yang mungkin membutuhkan lebih dari sekadar vaksin untuk kembali ke kehidupan normal mereka.”

    Obat tersebut diharapkan dapat digunakan bersama dengan vaksin bagi mereka yang membutuhkan perlindungan lebih, memberikan pertahanan hingga 12 bulan.

    Peserta dalam uji coba adalah orang dewasa. Mereka merupakan responden yang buruk atau tidak toleran terhadap vaksin, atau yang memiliki peningkatan risiko infeksi karena lokasi atau keadaan mereka.

    Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mendanai pengembangan AZD7442 dan memiliki perjanjian untuk menerima 700.000 dosis. Kini AstraZeneca akan mengirim data ke otoritas kesehatan untuk potensi otorisasi penggunaan darurat atau persetujuan bersyarat.

    Sebelumnya AstraZeneca telah membuat vaksin, bekerja sama dengan Universitas Oxford. Kini vaksin tersebut sudah banyak digunakan di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.