Jakarta, CNBC Indonesia – Miftah Maulana, alias Gus Miftah, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, mendapat kritik keras dari masyarakat usai videonya yang mengolok-olok pedagang es teh di hadapan ribuan jamaah, viral di media sosial. Dia bahkan menggunakan kata “goblok” saat berinteraksi dengan pedagang tersebut. Ucapan dan sikap Gus Miftah rupanya menyakiti banyak pedagang kecil lainnya, tidak hanya bapak penjual es di acara tersebut. Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri, menilai ucapan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang tokoh agama yang saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. “Sebagai…
Penulis: Fitriana Herman
JakartaDexpert.co.id – Atlet bulu tangkis nasional Hendra Setiawan mengumumkan akan segera pensiun dari dunia olahraga yang digelutinya. Dia mengungkapkan bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri karier sebagai atlet profesional setelah 35 tahun memegang raket. “(Sudah) 35 tahun sudah saya berada di dalam dunia badminton. Saya rasa saat ini adalah saat yang tepat untuk memutuskan bahwa saya akan mengakhiri karier saya sebagai atlet Badminton,” tulis Hendra dalam akun Instagramnya, Selasa (3/12). Kendati telah menyatakan gantung raket, Hendra Setiawan menyampaikan dia masih akan bertanding sekali lagi. Indonesia Masters 2025 akan menjadi panggung terakhirnya di bulu tangkis pada 21-26 Januari 2025 mendatang di Istora Senayan,…
JakartaDexpert.co.id – Miftah Maulana, alias Gus Miftah, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, mendapat kritik keras dari masyarakat usai videonya yang mengolok-olok pedagang es teh di sebuah pengajian, viral di media sosial. Netizen menilai, apa yang dilakukan Gus Miftah sangat tidak mencerminkan perilaku seorang tokoh agama. Apalagi saat ini dia dipercaya menjadi salah satu staf Presiden Prabowo di bidang keagamaan. Akibatnya, banyak warganet yang mendesak Prabowo untuk mencopot jabatan Gus Miftah. “Eggak ada pantas-pantasnya manusia yang merendahkan martabat kemanusiaan yang liyan dititipi kekuasaan tertinggi buat ngurusi isu toleransi. Digaji mahal pakai APBN, menghinakan rakyat yang menggaji. ora nduwe isin! PECAT,”…