Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BSSN Bilang Laptop dan HP Lama Jangan Dijual
    Insight News

    BSSN Bilang Laptop dan HP Lama Jangan Dijual

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Desember 2023Updated:5 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Jika punya laptop atau HP baru, perangkat yang lama biasanya dijual. Namun, ternyata menjual gadget bekas seperti laptop dan HP tidak direkomendasikan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

    Ketua Tim Insiden Siber Sektor Keuangan BSSN Sandromedo Christa Nugroho mengungkap alasan mengapa perangkat lawas seperti laptop atau HP yang sudah tidak terpakai tidak perlu dijual.

    “Saya menyarankan ke masyarakat kalau misalkan memiliki laptop bekas, HP bekas, itu lebih baik jangan dijual, lebih baik dibiarkan hingga rusak,” kata dia dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (5/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurutnya, ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang dapat mengambil data dan informasi yang tersimpan dalam segala jenis elektronik, sekalipun data itu sudah dihapus.

    Recovery atau pemulihan data tetap bisa dilakukan pada perangkat elektronik, meskipun data tersebut telah dihapus dari bak sampah (trash bin) maupun riwayat data terhapus bila pada ponsel.

    Sebab, sejatinya ada dua jenis memori pada elektronik, yakni memori volatile dan non-volatile. Memori volatile merupakan jenis memori dalam komputasi yang membutuhkan daya untuk menyimpan informasi yang disimpan, seperti memori jangka pendek (random-access memory/RAM).

    Data yang tersimpan pada RAM akan tidak aktif atau hilang ketika gawai tersebut mati.

    Memori non-volatile adalah memori yang datanya dapat ditulis serta dihapus, tapi data akan tetap ada meskipun gawai dalam kondisi mati.

    “Karena ada memori-memori yang sifatnya bisa jadi metadata, itu kita bisa lakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik digital forensik, dan ada data yang bisa dipulihkan, meski kemungkinan tidak 100 persen data terbaru,” jelas dia.

    Kalaupun harus menjual perangkat, Sandromedo menyarankan agar hard disk dari perangkat tersebut diganti terlebih dulu. Hal ini untuk menghindari risiko data pribadi diambil oleh orang lain.

    “Kami sarankan memori memang diambil dulu sebelum dijual, seperti hard disk, atau tukar dengan hard disk lain, namun kalau misalkan memang bisa, baiknya tidak usah dijual daripada ruginya lebih banyak nanti.”terangnya.



    Artikel Selanjutnya


    ITC Makin Sepi, Pedagang HP Hijrah ke TikTok Shop Cs

    (dem)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.