Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Dikeroyok Asing, Taktik Licik Amerika Terungkap
    Insight News

    China Dikeroyok Asing, Taktik Licik Amerika Terungkap

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Oktober 2024Updated:21 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Anggota parlemen AS mendesak Jepang untuk memperketat pembatasan penjualan chip negara tersebut ke China.

    AS mengancam jika Jepang gagal bertindak, Washington dapat memberlakukan pembatasan pada perusahaan-perusahaan Jepang. AS juga mengatakan kemungkinan melarang perusahaan Jepang yang menjual peralatan ke China, menerima subsidi semikonduktor dari AS.

    Anggota senior Partai Republik dan Demokrat di Komite Khusus China menguraikan kekhawatiran mereka dalam surat tertanggal 15 Oktober kepada Duta Besar Jepang untuk AS Shigeo Yamada yang ditinjau oleh Bloomberg.

    Mereka menepis argumen bahwa pembatasan telah berdampak negatif secara material pada perusahaan peralatan chip seperti Tokyo Electron, dan menekankan pentingnya kerja sama antara AS, Jepang, dan Belanda, rumah bagi lima pembuat peralatan semikonduktor terpenting, dalam memperlambat ambisi chip China.

    “Saran bahwa perusahaan-perusahaan tersebut telah dirugikan oleh pembatasan yang ada tampaknya tidak dapat bertahan dalam pengawasan,” tulis Ketua Komite John Moolenaar, seorang Republikan, dan Demokrat, Raja Krishnamoorthi.

    Surat tersebut mengutip kenaikan harga saham Tokyo Electron, ASML, Lam Research, dan Applied Materials, serta program subsidi chip dari AS dan Uni Eropa, sebagai bukti dampak terbatas dari kontrol ekspor.

    Perusahaan-perusahaan tersebut pada umumnya menuai keuntungan dari ledakan AI yang terjadi sejak akhir tahun lalu. Sejauh ini, tidak ada satu pun dari mereka yang menerima hibah pemerintah langsung dari Undang-Undang Chip dan Sains AS. Tetapi pelanggan mereka, produsen chip seperti Intel atau Samsung Electronics, dapat menggunakan potongan pajak 25% untuk membeli peralatan untuk fasilitas AS.

    Sementara China tetap menjadi pasar yang penting dan menguntungkan bagi semua pembuat peralatan chip, dan pejabat di Jepang dan Belanda berhati-hati dalam memberlakukan pembatasan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Digitalisasi UMKM Menuju Ekonomi Berbasis Teknologi





    Next Article



    China Dikeroyok 5 Negara, Serangan Amerika Makin Ganas



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.