Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fenomena Ular Raksasa Tertangkap Melilit Permukaan Matahari
    Insight News

    Fenomena Ular Raksasa Tertangkap Melilit Permukaan Matahari

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juli 2023Updated:13 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah fenomena unik di permukaan Matahari tertangkap oleh Solar Orbiter Badan Antariksa Eropa.

    Dari alat tersebut, terlihat tabung gas atmosfer yang dingin ditembakkan oleh medan magnet sehingga menyerupai ular melilit pusat tata surya itu.

    Fenomena ini dipotret dalam citra ultraviolet ekstrem, melihat proses energi intens yang terjadi di atmosfer Matahari. Gambar diambil selama tiga jam dan memperkirakan ‘ular’ itu bergerak dengan kecepatan 170 kilometer per detik.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengutip IFL Science seluruh gas di atmosfer Matahari merupakan plasma. Karena suhunya mencapai lebih dari satu juta derajat Celcius, elektron pun terlepas dari atom.




    Foto: dok NASA
    Pergerakan plasma di permukaan matahari menyerupai ular angkasa.

    Namun beberapa bagian lebih panas dari yang lain. Sementara bagian yang lebih dingin yang membentuk ular. Plasma dingin tersebut terlihat seperti bergerak melintas permukaan.

    “Anda mendapatkan plasma mengalir satu sisi ke sisi lain, namun medan magnetnya benar-benar acak. Jadi Anda mendapatkan perubahan arah ini karena kami melihat ke bawah pada struktur yang bengkok,” jelas pemimpin penelitian, David Long dikutip IFL Science, Kamis (13/7/2023).

    Kemudian titik asal ‘ular’ dan filamen meletus atau dikenal sebagai coronal mass ejections dan saat terjadi plasma dalam jumlah besar terhempas ke antariksa. Jika menghantam Bumi, bisa menyebabkan badai geomagnetik.

    Lokasi ular, filamen, dan coronal mass ejection menjadi satu dan terlalu kebetulan. Saat ini tim peneliti sedang menyelidiki cara ketiganya terkait.

    Energetic Particle Detector dari Solar Orbiter sedang aktif saat lontaran terjadi. Ini mencatat peristiwa partikel energik Matahari paling intens yang pernah tercatat.

    Saat letusan terjadi, Parker Solar Probe NASA juga ikut tersapu. Hal tersebut memberikan pandangan dari peristiwa tersebut saat mengorbit lebih dekat ke Matahari, artinya dapat mengukur letusan.



    Artikel Selanjutnya


    Astronom Prediksi Kapan Kiamat, Nasib Manusia Mengerikan

    (dem)


    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.