Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»HP Android di Indonesia Diserang Malware, Hati-hati Pakai Versi Ini
    Insight News

    HP Android di Indonesia Diserang Malware, Hati-hati Pakai Versi Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Juli 2024Updated:16 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebagian besar HP Android yang sudah lawas menjadi incaran hacker dengan menyebar malware berbahaya Rafel RAT. Bahkan, Indonesia disebut menjadi salah satu negara yang ditargetkan.

    Android Headlines menjelaskan Rafel RAT merupakan alat malware open source dengan teknik bisa menghindari deteksi. Penyerang bisa mengontrol jarak jauh pada perangkat, dari pencurian data, pengawasan hingga manipulasi.

    Serangan kebanyakan terjadi pada ponsel yang sudah usang. Pada HP Android 11 atau lebih lama sebanyak 87,5%, dikutip Selasa (16/7/2024).

    Semua ponsel tersebut sudah tidak lagi menerima update keamanan dari Android. Oleh karena itu akan rentan pada kelemahan.

    Catatan Check Point, perangkat Android 5 dan Android 8 adalah yang banyak menjadi korban. Jumlahnya masing-masing sebesar 17,9%.

    Serangan juga terjadi pada Android 4. Ponsel tersebut sudah ada sejak 2011 dan tidak lagi mendapatkan dukungan keamanan terbaru dan Layanan Google Play.

    Peneliti dari Check Point, Antonis Terefos dan Bohdan Melnykov menemukan lebih dari 120 kampanye RAT. Serangan dilakukan termasuk oleh pelaku yang cukup terkenal, termasuk APT-C-35 atay DoNot Team, Brainworm dan Origami Elephant.

    Sebagian besar penyerang disebutkan berasal dari Pakistan serta Iran. Selain Indonesia, sasaran serangan terbanyak juga menuju ke beberapa negara lain yakni di Amerika Serikat (AS) dan China.

    Serangan dilaporkan pula menyerang pengguna Android di beberapa negara lain seperti India, Australia, Perancis, Jerman, Italia, dan Rusia.

    Serangan terjadi dengan berbagai cara. Namun menurut Android Headlines, dilakukan dengan APK berbahaya yang menyamar sebagai aplikasi populer seperti media sosial atau aplikasi pesan populer, e-commerce, hingga antivirus.

    Setelah pengguna mengunduhnya, aplikasi palsu akan meminta berbagai izin. Termasuk mengakses semua yang ada di dalam ponsel.

    Jika sudah begini, bukan tak mungkin data sensitif pengguna dicuri dan bisa menguras rekening. Untuk itu, sebaiknya gunakan ponsel dengan versi Android baru agar rutin mendapat pembaruan software dan keamanan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Tak Cuma SDM, Ini Tantangan Perkuat Bisnis Fintech Lewat Teknologi AI

    (fab/fab)

    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.