Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Indosat dan Tri Merger, Bisakah Kalahkan Dominasi Telkomsel?
    Insight News

    Indosat dan Tri Merger, Bisakah Kalahkan Dominasi Telkomsel?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 September 2021Updated:17 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Indosat dan Tri Indonesia akhirnya resmi bergabung. Dalam keterangannya, perusahaan menyebut menjadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga US$3 miliar.

    Direktur Eksekutif ICT Institue, Heru Sutadi menjelaskan merger ini jadi game changer untuk bisnis seluler. Gabungan dua perusahaan akan melawan langsung Telkomsel.

    “Merger ini merupakan game changer kompetisi di bisnis seluler. Telkomsel akan head to head dengan Indosat Ooredoo Hutchinson,” kata Heru kepada CNBC Indonesia, Jumat (16/9/2021).

    Heru mengatakan untuk mengalahkan Telkomsel, jalan perusahaan yang akan bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) masih panjang. Sebab Telkomsel disebut sudah kuat menguasai separuh dari bisnis seluler.

    “Kalau mengalahkan Telkomsel jalannya masih panjang. Telkomsel sudah begitu kuat menguasai separuh bisnis seluler,” ungkapnya.

    Sementara itu Heru menilai merger dua perusahaan menjadi baik bagi industri. Dari segi jumlah pemain jadi sederhana dan berharap industri menjadi sehat. Menurutnya industri ini sehat untuk tiga pemain saja. Selain itu, merger ini juga kemungkinan dapat mendorong pemain lain juga melakukan merger.

    “Merger Indosat Ooredoo dan Tri (Hutchison) tentu baik bagi industri secara keseluruhan. Jumlah pemain menjadi lebih sederhana dan diharapkan juga industri menjadi sehat,” jelas Heru. “Dan mungkin mendorong merger pemain lainnya. Karena industri ini hanya sehat untuk 3-an pemain saja”.

    Dalam keterangannya, meski dua perusahaan merger namun akan tetap melantai di bursa saham Indonesia. Untuk komposisi pemegang saham adalah pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14,0% saham.

    Meski sudah ada kesepakatan merger, penyelesaian transaksi butuh persetujuan dari berbagai pihak yakni pemegang saham Ooredoo Group, CK Hutchison, dan Indosat Ooredoo, persetujuan regulator, serta berbagai syarat dan ketentuan.

    Jika semua sudah didapatkan, maka merger diperkirakan selesai pada akhir tahun 2021 mendatang.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.