Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Indosat & Tri Indonesia Merger, Ini Calon Direksi Barunya
    Insight News

    Indosat & Tri Indonesia Merger, Ini Calon Direksi Barunya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 September 2021Updated:17 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Oooredoo dan Hutchison Holdings sepakat untuk menggabungkan (merger) operator seluler miliknya di Indonesia, Indosat dan Tri Indonesia. Penandatangan transaksi ini dilakukan pada hari ini (16/9/2021).

    Perusahaan penggabungan kedua operator seluler ini akan bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Perusahaan ini pun menjadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia setelah Telkomsel.

    Dengan persetujuan ini, pemegang saham akan menominasikan Vikram Sinha sebagai Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo Hutchison dan Nicky Lee sebagai Chief Financial Officer (CFO) Indosat Ooredoo Hutchison.

    Adapun Ahmad Al-Neama, President Director dan CEO Indosat saat ini dan Cliff Woo, CEO Tri Indonesia akan dinominasikan sebagai komisaris Indosat Ooredoo Hutchison, seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (16/9/2021).

    Setelah resmi merger, PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk akan memiliki komposisi pemegang saham pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14,0% saham.

    Perusahaan gabungan Indosat dan Tri Indonesia ini akan menjadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia setelah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk.

    “Perusahaan ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga US$3 miliar,” ungkap Perusahaan. “

    “Perusahaan memperkirakan rasio proses (run rate) tahunan sinergi sebelum pajak akan mencapai US$300-400 juta dalam tiga hingga lima tahun ke depan.”

    Meski sudah menyepakati merger, penyelesaian transaksi ini butuh persetujuan dari pemegang saham Ooredoo Group, CK Hutchison, dan Indosat Ooredoo, persetujuan regulator, serta berbagai syarat dan ketentuan.

    Jika semua persetujuan berhasil didapatkan, maka penggabungan ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2021.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.