Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Maaf! Warga Rusia Tak Bisa Beli Smartphone Baru Samsung
    Insight News

    Maaf! Warga Rusia Tak Bisa Beli Smartphone Baru Samsung

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Maret 2022Updated:7 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Lebih banyak perusahaan yang menghentikan kegiatan operasional yang berkaitan dengan Rusia, setelah serangannya ke Ukraina beberapa waktu terakhir. Samsung menjadi perusahaan berikutnya dan memutuskan menangguhkan pengiriman produknya ke negara itu.

    Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu mengatakan kebijakan itu dilakukan dengan alasan ‘karena perkembangan geopolitik saat ini’.

    “Kami terus secara aktif memantau situasi kompleks ini untuk menentukan langkah kami selanjutnya,” kata Samsung dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Senin (7/3/2022).

    Samsung merupakan produsen handset nomor 1 di Rusia. Laporan itu mengungkapkan, Samsung mengantongi 30% pangsa pasar pada kuartal keempat tahun 2021 dan mengungguli Xiaomi (23%) serta Apple (13%).

    Apple lebih dulu mengeluarkan kebijakan untuk Rusia. Perusahaan asal Cupertino Amerika Serikat (AS) itu memutuskan menghentikan menjual produk dari iPhone, iPad dan Mac.

    Apple tidak memiliki Apple Store di Rusia, namun pada website penjualan seluruh produk dituliskan ‘tidak tersedia’ untuk pembelian atau pengiriman.

    Tak sampai di situ, Apple juga menghapus aplikasi media yang dikendalikan negara. Rusia Today (RT) dan Sputnik News tidak tersedia untuk App Store seluruh dunia kecuali Rusia.

    “Apple Pay dan layanan lainnya telah dibatasi. Dan kami telah menonaktifkan lalu lintas dan insiden langsung di Apple Maps di Ukraina sebagai tindakan keamanan dan pencegahan bagi warga Ukraina,” ungkap juru bicara Apple kepada CNBC Internasional.

    Sementara itu perusahaan-perusahaan asal China sejauh ini masih belum mengeluarkan kebijakan apapun terkait operasinya di Rusia. Sebab Beijing juga menahan diri untuk tidak mengkritik Moskow setelah melakukan serangan ke Ukraina.

    Sebagai informasi, laporan Counterpoint tahun 2021 mengungkapkan perusahaan asal China menyumbang 44% dari pasar handset Rusia.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.