Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Melihat Bahaya Varian Covid-19 Mu Vs Delta
    Insight News

    Melihat Bahaya Varian Covid-19 Mu Vs Delta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2021Updated:7 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Varian Delta diketahui telah menyebar di Indonesia dan sejumlah negara dunia. Namun sekarang dunia juga menghadapi varian baru lagi bernama Mu.

    Varian Delta sebelumnya disebut sangat berbahaya, dan baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengklasifikasikan Varian Mu juga berbahaya. WHO juga memperingatkan varian MU punya potensi kebal akan vaksin Covid-19.

    Varian Covid-19 itu telah tersebar ke 40 negara hingga saat ini. Salah satu negara yang baru saja mengidentifikasi kasus pertama dari varian Mu adalah Jepang.

    Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan varian Mu ditemukan pertama kali di Kolombia. Persebarannya sudah mencakup Amerika Selatan dan Eropa.

    Varian tersebut juga telah masuk dalam pemantauan, agar bisa ditentukan apakah varian bisa lebih menular dibanding virus aslinya.

    “Meski sekarang situasi terlihat normal, sekarang pembukaan kegiatan ekonomi sosial telah perlahan dilakukan pemerintah. Di samping itu pemerintah melakukan pengawasan dalam dan luar negeri untuk mencegah adanya imported case,” kata Wiku.

    WHO juga mengatakan butuh penelitian lebih lanjut memastikan soal apakah virus lebih menular, mematikan atau resisten pada vaksin dan perawatan. WHO juga pernah menyampaikan sebelumnya B1621 tersebut mengandung mutasi genetik yang menunjukkan kekebalan alami.

    Vaksin saat ini dan perawatan antibodi monoklonal disebut mungkin tidak bekerja dengan baik, ungkap WHO.

    “Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan,” ungkap lembaga itu.

    WHO menambahkan, “Data awal yang disajikan kepada Kelompok Kerja Evolusi Virus menunjukkan pengurangan kapasitas netralisasi serum pemulihan dan vaksin yang serupa dengan yang terlihat untuk varian Beta, tetapi ini perlu dikonfirmasi oleh penelitian lebih lanjut.”

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.