Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mengejutkan, Ternyata Ini Cara Google Android Kalahkan Apple
    Insight News

    Mengejutkan, Ternyata Ini Cara Google Android Kalahkan Apple

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 September 2021Updated:30 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Google membeberkan fakta alasan melakukan pembayaran pada vendor telepon seperti Samsung, Xiaomi, Vivo hingga Oppo untuk pra-install Google Search di perangkat. Menurut perusahaan ini bukan untuk mencegah persaingan namun sebagai cara Android merebut pangsa pasar dari Apple.

    Informasi ini dijelaskan langsung oleh Google dalam pengadilan umum di Eropa pada Rabu (29/9/2021). Ini menjadi pengadilan hari ketiga selama satu minggu pengadilan yang dijalani raksasa teknologi tersebut.

    Tujuannya adalah mencoba membuat hakim membatalkan denda antimonopoli yang dijatuhkan pada Google senilai 4,3 miliar euro atau Rp 71,4 triliun. Selain itu mencabut perintah Komisi Eropa melonggarkan keterlibatannya pada perangkat Android dikutip Reuters, Kamis (30/9/2021).

    Terdapat dua jenis kesepakatan dengan produsen telepon yang dipermasalahkan Uni Eropa. Yakni salah satunya adalah pembayaran melakukan pra-install Google Search yang disebut sebagai pengaturan bagi hasil (Revenue Sharing Arrangements/RSA) untuk melakukan penutupan persaingan.

    Google membantah hal tersebut. Pengacara perusahaan, Assimakis Komninos kepada pengadilan menjelaskan pembayaran untuk memberi Android tempat di perangkat tersebut.

    “Google harus menawarkan aliran pendapatan yang imbang. Insentif untuk meyakinkan mereka membuka dan mengadopsi platform Android. Di saat bersamaan, RSA juga membantu mereka menekan harga dan sukses berkompetisi dengan Apple,” ungkapnya.

    Komninos menjelaskan cara ini membuat dapat berinvestasi pada sistem operasi gratis hingga toko aplikasi gratis. “Dan jelas, Google mendapatkan kembali kesempatan promosi, pra-install tunggal yang memungkinkan berinvestasi dalam OS (sistem operasi) toko aplikasi gratis dan lainnya”.

    Dia menambahkan RSA hanya mencakup sebanyak 5% dari total pasar.

    Sayangnya pembelaan Komninos ditolak oleh pengacara Komisi Eropa, Nicholas Khan. Menurutnya RSA sebagai puncak praktik yang terkait Google.

    “Apa yang membuat mereka khawatir adalah para kompetitor mendapatkan daya tarik,” ungkapnya.

    Perseteruan Google dan Komisi Eropa nampaknya masih akan panjang. Vonis kemungkinan baru akan diumumkan tahun depan.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.