Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mereka yang Mau Bitcoin Dibunuh….
    Insight News

    Mereka yang Mau Bitcoin Dibunuh….

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 September 2021Updated:19 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Tidak semua pihak optimistis akan masa depan uang kripto seperti Bitcoin. Alih-alih mengembangkannya, mereka ingin Bitcoin Cs dimatikan.

    Salah satunya Gubernur Bank Sentral Swedia Stefan Ingves. Menurutnya perdagangan Bitcoin seperti berurusan dengan perangko dan menyebut uang kripto itu akan gagal dengan satu atau cara lainnya.

    “Uang privat biasanya ambruk cepat atau lambat,” ujar Stefan Ingves. “Tentu saja Anda bisa menjadi kaya dengan berdagang Bitcoin, tetapi itu setara dengan perdagangan prangko.”

    Pandangan lainnya datang dari Gubernur Bank Sentral Meksiko Alejandro Diaz. Menurutnya Bitcoin sebagai alat barter alih-alih uang resmi. Alasannya fluktuasi harga yang tinggi dan kemampuan penyimpan nilai (store of value) yang rendah.

    Store of value adalah kemampuan uang untuk memiliki nilai dari waktu ke waktu. Uang harus bisa mentransfer daya beli saat ini ke masa depan dan untuk mengumpulkan kekayaan.

    “Orang tentu tidak ingin daya beli mereka, gaji mereka naik atau turun 10% dari hari ke hari. Anda tidak ingin volatilitas daya beli itu. Dalam hal ini, Bitcoin dan sejenisnya bukan perlindungan nilai yang baik,” ungkapnya seperti dikutip dari Reuters.

    Ray Dalio, pendiri perusahaan hedge fund terbesar di dunia, yaitu Bridgewater Associates, mengatakan kesuksesan bitcoin bakal dibinasakan oleh regulator keuangan, khususnya di Amerika Serikat (AS).

    “Saya pikir pada akhirnya jika itu (bitcoin) benar-benar berhasil, mereka (regulator) akan membunuhnya dan akan terus mencoba membunuhnya. Karena mereka memiliki cara untuk membunuhnya,” ujar Dalio kepada CNBC International, seperti dikutip (16/9/2021).

    Seperti diketahui, regulator AS telah meningkatkan pengawasannya terhadap pergerakan mata uang kripto yang dinilai cukup liar, spekulatif, dan terus menarik perhatian.

    “Anda memiliki El Savador yang merangkulnya, dan anda memiliki India dan China yang menyingkirkannya. Kemudian anda memiliki AS yang berbicara tentang cara mengaturnya dan itu masih bisa dikendalikan,” kata Dalio.

    Seperti diketahui, pada Juni lalu, El Savador menjadi negara pertama yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Sementara India diperkirakan akan mengusulkan undang-undang yang melarang mata uang kripto, dan menghukum penambang serta pedagangnya. Kemudian China telah mulai menindak pasar mata uang kripto, memerintahkan penambang untuk menutup operasi mereka.

    [Dexpert.co.id]

    (dru)



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.