Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Tabrakan Pesawat ke Asteroid Ancam Bumi, Hasilnya?
    Insight News

    NASA Tabrakan Pesawat ke Asteroid Ancam Bumi, Hasilnya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 September 2021Updated:20 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – NASA akan segera memulai misi The Double Asteroid Redirection Test (DART). Ini adalah misi menabrakkan pesawat luar angkasa ke asteroid yang mengancam Bumi.

    Misi DART akan diluncurkan pada 24 November atau paling lambat Februari 2022. Tujuannya untuk membelokkan Asteroid agar tidak lagi menuju Bumi. Targetnya adalah Dimorphos, Asteroid seukuran stadion yang mengorbit asteroid yang jauh lebih besar yang bernama Didimos.

    Misi ini membutuhkan waktu satu tahun untuk mencapai target Dimorphos. Sebuah misi dari Badan Antariksa Eropa tiba lima tahun kemudian, yang disebut Hera, untuk memeriksa apakah misi ini berhasil.

    “Kami melakukan ini agar memiliki kemampuan untuk mencegah bencana alam yang benar-benar dahsyat,” ujar Tom Statler, ilmuwan program DART di kantor pusat NASA, dikutip dari Technologi Riview, Senin (20/9/2021).

    Dalam laporan simulasi awal yang dipimpin Harrison Agrusa dari University of Maryland, ketika DART mengantam Dimorphos, energi tumbukannya akan sebanding dengan tiga ton ledakan TNT, mengirimkan ribuan keping puing yang dimuntahkan ke luar angkasa.

    Kekuatan tumbukan tidak akan menyebabkan perubahan langsung dari putaran Dimorphos, tetapi beberapa hari segalanya akan mulai berubah. Tumbukan akan membuat rotasi Dimorphos tidak seimbang.

    Masih banyak hal yang belum diketahui dari aksi menabrakan pesawat luar angkasa ke Asteroid ini. Kedatangan misi Hera akan menjadi satu-satunya cara mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi pada Dimorphos karena DART akan hancur oleh tumbukan dan Dimorphos terlalu kecil untuk dilihat secara detail dari Bumi.

    “Ini tidak sesederhana hanya menabrakkan pesawat ruang angkasa ke Asteroid,” ujar Astronom Paul Wiegert dari University of Western Ontario. “Ada banyak ilmu fisika yang perlu kami pahami.”

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.