Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Pedagang HP Bikin Sedih, Digerus Zaman dan PRJ
    Insight News

    Nasib Pedagang HP Bikin Sedih, Digerus Zaman dan PRJ

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Juli 2023Updated:10 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah pedagang HP di kawasan ITC Kuningan dan Ambassador Jakarta mengaku pengunjung tokonya sepi. Ini terjadi salah satunya sejak Pekan Raya Jakarta (PRJ) dibuka pertengahan bulan lalu.

    “Iya, pengunjung sih ada. Tapi sehari bisa sepi,” kata seorang penjual HP bernama Fiki kepada CNBC Indonesia, Kamis (6/7/2023).

    “Semenjak ada PRJ [jadi makin sepi],” ungkap Ana, penjual HP lainnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Serupa dengan Fiki dan Ana, Didi juga menyatakan tokonya di ITC juga sepi karena PRJ. Selain itu juga karena ada beberapa momen lainnya.

    “Bulan kemarin drop banget. Ada momen Idul Adha, perpisahan anak sekolah, PRJ. Trafik user berkurang ke ITC. Lebih banyak yang ke PRJ,” kata Didi.

    Novi juga mengatakan hal serupa. Belakangan tokonya hanya dikunjungi 1-2 orang, namun tidak untuk membeli HP.

    Ini berbeda sebelum PRJ digelar awal bulan lalu. Saat itu, Nova mengaku tokonya ramai dikunjungi.

    “PRJ buka langsung ga ada orang sama sekali. Enggak ada yang dateng. Awal bulan kemaren mulai ramai, eh pertengahan [enggak ada orang]. Ada 1-2 orang tapi sekadar keliling, bukan mau beli,” kata dia.

    Sementara itu, banyak pemilik toko HP juga mengaku beralih ke toko online. Salah satu alasannya adalah untuk bertahan saat pandemi Covid-19 melarang masyarakat bepergian termasuk untuk ke mall.

    Inilah yang dilakukan toko yang dikelola Ana. Dia mengatakan tokonya juga buka di Tokopedia, Shopee, dan Tiktok Shop.

    “Pandemi toko tutup. [Pindah ke online] untuk tetap jualan,” ungkapnya.

    Sementara Didi memang belum beralih ke online, namun mengaku tengah mempelajari fitur yang ada di dalam platform. Banyak pemilik toko lain, kata dia, yang juga telah beralih ke Tiktok Shop.

    Didi menjelaskan mereka menggunakan toko online karena penurunan penjualan di toko offline. Pembeli beralih ke platform online karena dirasa lebih praktis dan harga yang bersaing dengan toko fisik.

    “Offline mulai menurun penjualannya. Sekarang [pembeli] pilih ke online. [Di] online mereka bisa pesan diantar. User ga perlu ke toko, lebih praktis lah. Harganya lebih bersaing,” jelas Didi.



    Artikel Selanjutnya


    Warga RI Enggan Beli HP Baru, Smartphone Jenis Ini Tak Laku

    (npb/npb)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.