Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Obat Covid-19 Efektif Lawan Varian Delta Cs
    Insight News

    Obat Covid-19 Efektif Lawan Varian Delta Cs

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Oktober 2021Updated:1 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Studi laboratorium menunjukkan bahwa obat antivirus Covid-19 oral eksperimental milik Merck & Co, Molnupiravir, berpotensi efektif melawan virus corona, termasuk varian Delta yang mudah menular. Saat ini varian delta mendominasi penyebaran Covid-19 secara global, bahkan mengalihkan perhatian WHO dari varian lain seperti Alpha, Lamda, dan Mu.

    Dilansir dari Reuters, Molnupiravir tidak menargetkan protein lonjakan virus, seperti yang ditargetkan semua vaksin Covid-19 saat ini, dan menentukan perbedaan antara varian. Pembuat obat asal Amerika Serikat ini menguji antivirusnya terhadap sampel swab yang diambil dari peserta dalam uji coba awal obat tersebut

    Kepala Departemen Infeksi, Penyakit, dan Vaksin Merck Jay Grobler mengatakan ketika uji coba dilakukan, varian Delta belum beredar luas tetapi molnupiravir diuji terhadap sampel laboratorium dari varian di balik lonjakan terbaru dalam rawat inap dan kematian Covid-19.

    Merck saat ini sedang melakukan dua uji coba Fase III dari antivirus yang dikembangkannya dengan Ridgeback Biotherapeutics, satu untuk pengobatan Covid-19 dan satu lagi sebagai pencegahan. Gobler mengatakan Merck mengharapkan bahwa studi pengobatan Fase III akan selesai pada awal November.

    Uji coba tersebut dilakukan pada pasien Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit yang memiliki gejala tidak lebih dari lima hari dan berisiko terkena penyakit parah. Analisis terbaru dipresentasikan selama IDWeek, pertemuan tahunan organisasi penyakit menular, termasuk Infectious Diseases Society of America.

    Grobler mengatakan obat yang diujicoba harus sama efektifnya karena virus terus berkembang. Molnupiravir menargetkan polimerase virus, enzim yang dibutuhkan virus untuk membuat salinan dirinya sendiri.

    Obat ini dirancang untuk bekerja dengan memasukkan kesalahan ke dalam kode genetik virus. Data menunjukkan bahwa obat tersebut paling efektif bila diberikan pada awal perjalanan infeksi.

    Merck mengatakan awal tahun ini bahwa uji coba kecil tahap menengah menemukan bahwa setelah lima hari pengobatan molnupiravir, tidak ada pasien yang memakai berbagai dosis obat yang dinyatakan positif terkena virus menular, sementara 24% pasien plasebo memiliki tingkat yang terdeteksi.

    [Dexpert.co.id]

    (rah/rah)



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.