Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PBB Buka-bukaan soal Tanda Kiamat, Masih Bisa Batal!
    Insight News

    PBB Buka-bukaan soal Tanda Kiamat, Masih Bisa Batal!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Maret 2023Updated:22 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Laporan terbaru PBB menyatakan pemanasan global melampaui 1,5 derajat Celcius dalam 10 tahun ke depan. Batas 1,5 derajat Celcius adalah batas bencana pemanasan global yang dampaknya ke Bumi  sudah tidak bisa diperbaiki.

    Dalam laporan tersebut, Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan kondisi ini berarti warga Bumi berhadapan dengan dekade paling penting dalam sejarah manusia. Oleh karena itu, PBB mengimbau agar penduduk dunia segera mengurangi emisi pemanasan global secara drastis.

    Intinya, IPCC menegaskan bahwa belum terlambat bagi manusia untuk pemanasan Bumi mencapai titik “kiamat”.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kami tahu caranya, punya teknologi, peralatan, dan anggaran – semua yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan iklim yang sudah kita kenali sejak lama,” kata Ketua IPCC Lee Hoesung, dikutip dari AFP, Selasa (21/3/2023). “Satu-satunya yang kurang adalah kemauan politik yang kuat.”

    IPCC menyatakan suhu Bumi akan mencapai titik 1,5 derajat Celcius lebih tinggi dari masa pra-industri pada awal 2030-an.

    Kini, Bumi sudah 1,2 derajat Celcius lebih hangat dari masa pra-industri. Dampak pemanasan global ini sudah sangat dirasakan oleh penduduk Bumi dalam bentuk cuaca ekstrem.

    “Tahun paling hangat yang kita alami saat ini akan menjadi tahun terdingin di satu generasi,” kata ilmuwan dari Imperial College London, Friederike Otto.

    Dampak terlampauinya batas 1,5 derajat Celcius adalah sinyal peningkatan laju kepunahan spesies, gagal panen, hingga “tipping point” dari perubahan sistem iklim berupa kematian koral dan mencairnya es di kutub.

    Sekjen PBB Antonio Gueterres menyatakan negara kaya yang tadinya menargetkan karbon netral pada 2050 harus mempercepatnya menjadi 2040 untuk “menjinakkan bom iklim”

    “Manusia berdiri di lapisan es yang tipis, dan es itu mencair dengan sangat cepat,” kata Gueterres.

    “Humanity is on thin ice – and that ice is melting fast,” he said in a video message, likening the IPCC report to “a survival guide for humanity”.

    Menurut laporan IPCC, jika Bumi hanya bisa menahan laju pemanasan global sebesar 1,8 derajat Celcius, setengah dari manusia di Bumi bakal hidup di tengah panas dan kelembaban ekstrem pada 2100.

    Wilayah yang paling terdampak dari panas dan kelembaban ekstrem tersebut termasuk Asia Tenggara, sebagian dari Brasil, dan Afrika bagian barat.



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.