Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pfizer vs Sinovac-Sinopharm, Vaksin Mana yang Lebih Efektif?
    Insight News

    Pfizer vs Sinovac-Sinopharm, Vaksin Mana yang Lebih Efektif?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 April 2022Updated:23 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Selama dua tahun terakhir pandemi berlangsung, beragam vaksin sudah diproduksi dan digunakan. Beberapa diantaranya adalah Pfizer, Sinovac, dan Sinopharm.

    Bahkan ada yang digunakan kembali sebagai kombinasi vaksinasi booster. Setiap vaksin telah melewati pengujian dan memiliki keefektifan masing-masing.

    Lalu vaksin mana yang paling manjur digunakan? Berikut tingkat keefektifan tiap-tiap vaksin. dirangkum CNBC Indonesia, Jumat (22/4/2022):

    Sinovac
    Vaksin asal China ini telah melakukan uji klinis di berbagai negara. Di Brasil dengan 13 ribu relawan, Sinovac efektif 78%. Bahkan bisa mencapai 100% jika digunakan untuk infeksi sebagai penyakit parah dan sedang, ungkap Direktur Butantan Institute, Dimas Covas.

    Namun sayang, menurut studi Universitas Hong Kong. sampel dari penerima dua dosis Sinovac gagal menghasilkan antibodi yang bisa dideteksi Omicron. Untuk itu mereka harus mendapatkan dosis booster.

    Dalam sebuah riset, tiga dosis Sinovac pun tak mampu melawan Omicron. Melansir Reuters, peneliti menilai booster dengan vaksin mRNA Pfizer lebih efektif.

    Sinopharm
    Sinopharm juga diproduksi di China. Vaksin ini telah melewati pengujian dengan hasilnya mencapai 79,34% melawan infeksi Covid-19.

    Regulator kesehatan China telah mengeluarkan izin bersyarat vaksin bisa digunakan untuk masyarakat setelah data interim uji klinis fase tiga dirilis.

    Sinopharm juga telah mendapatkan izin penggunaan darurat non-kontroversial dari pemerintah setelah pada Juli 2020. Dengan begitu, vaksin bisa diberikan pada masyarakat dengan kategori berisiko seperti tenaga kesehatan, militer dan diplomat.

    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.