Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Strategi Baru YouTube Lawan TikTok, Rebutan Konten Kreator
    Insight News

    Strategi Baru YouTube Lawan TikTok, Rebutan Konten Kreator

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 September 2022Updated:21 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – YouTube meluncurkan cara baru bagi pembuat konten untuk menghasilkan uang dari video berdurasi pendek, Shorts. Langkah ini menjadi cara YouTube menghadapi persaingan yang semakin ketat dari TikTok.

    Layanan streaming milik Google itu mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan iklan pada fitur videonya Shorts dan memberi pembuat video 45% pendapatan. Angka tersebut dibandingkan dengan distribusi standarnya sebesar 55% untuk video di luar Shorts.

    Penata rambut yang beralih menjadi pembuat konten YouTube, Kris Collins, yang dikenal dengan Kallmekris, memuji YouTube karena menawarkan bagi hasil untuk Shorts.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Platform lain fokus untuk membuat orang terkenal selama 15 detik. Tetapi YouTube mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka membantu pembuat konten membuat berbagai hal dalam berbagai format,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Rabu (21/9/2022)

    Situs video dominan internet belakangan tengah berjuang untuk bersaing dengan TikTok, aplikasi yang memulai hosting video lip-sync dan dance dan kemudian berkembang menjadi 1 miliar pengguna bulanan.

    YouTube merespons pada akhir 2020 dengan Shorts, video berdurasi satu menit yang menarik lebih dari 1,5 miliar penonton bulanan.

    Pada bulan April, YouTube menggalang dana US$100 juta untuk memikat para pembuat konten agar membuat video singkat. Rencana pembagian pendapatan baru ini pertama kali dilaporkan oleh New York Times, dimaksudkan untuk menjadi daya tarik yang lebih besar dan lebih berkelanjutan daripada dana dan sesuatu yang belum ditandingi TikTok.

    YouTube berbagi proporsi penjualan yang lebih kecil dengan pembuat Shorts untuk mengimbangi investasi signifikannya dalam mengembangkan fitur tersebut, kata Wakil Presiden Tara Walpert Levy.

    Google sendiri menghasilkan US$ 14,2 miliar dalam penjualan iklan YouTube selama paruh pertama tahun ini, naik 9% dari periode yang sama pada tahun 2021.

    Namun penjualan iklan triwulanan terbaru mencerminkan pertumbuhan paling lambat sejak pengungkapan data tersebut dimulai tiga tahun lalu. Meskipun faktor ekonomi global berperan, analis keuangan mengatakan TikTok juga merupakan faktor yang berpengaruh.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Cara Mudah Download Video Tiktok Tanpa Watermark

    (roy/roy)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.