Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tak Nyaman, Banyak Perusahaan Lain
    Insight News

    Tak Nyaman, Banyak Perusahaan Lain

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Oktober 2024Updated:18 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Bos perusahaan cloud raksasa milik Amazon, Amazon Web Services, memberikan pernyataan pedas ke karyawan yang tak suka kembali bekerja di kantor: “Jika tidak nyaman, silakan berhenti kerja.”

    CEO AWS Matt Garman meberikan pesan pedas tersebut dalam pertemuan dengan seluruh karyawan di markas kedua AWS di Arlington, Virginia. Dalam rapat itu, ia memberikan komentar soal kebijakan baru Amazon yang mengharuskan seluruh karyawan kembali bekerja di kantor 5 hari sepekan.

    “Jika ada orang yang merasa tidak nyaman bekerja dalam kondisi seperti itu dan menolak, tidak apa, banyak perusahaan lain. Di Amazon, kita ingin menjadi lingkungan tempat kerja bersama, kami merasa lingkungan yang kolaboratif sangat penting untuk inovasi dan budaya perusahaan,” kata Garman berdasarkan transkrip pertemuan yang dikutip oleh CNBC International.

    Amazon mengumumkan aturan baru soal hari kerja pada bulan lalu. Ketentuan yang berlaku sebelumnya hanya mewajibkan karyawan bekerja di kantor 3 hari setiap pekan. Aturan kerja 5 hari sepekan mulai diberlakukan secara ketat pada 2 Januari 2025.

    Keputusan AWS untuk kembali ke aturan kerja sebelum pandemi diperkirakan sebagai upaya untuk mengejar ketertinggalan dari pesaingnya yaitu Microsoft, OpenAI, dan Google. Para perusahaan teknologi raksasa sedang berlomba mengembangkan dan melakukan komersialisasi teknologi kecerdasan buatan generatif (gen AI).

    Pengumuman bulan lalu mendapatkan protes keras dari beberapa karyawan Amazon yang mengklaim bisa bekerja produktif dari rumah atau dalam lingkungan kerja hybrid. Beberapa orang menyatakan kewajiban bekerja di kantor memberikan beban tambahan bagi keluarga.

    Sekitar 37.000 orang pegawai mengungkapkan kesulitan mereka di dalam kanal aplikasi percakapan Slack yang ditujukan sebagai ruang advokasi bekerja dari jauh.

    Dalam pertemuan yang sama, Garman mengaku telah berdiskusi dengan karyawan yang “9 dari 10 orang justru menyambut baik perubahan ini.” Ia juga memastikan ada kelonggaran bagi karyawan dengan isu khusus.

    Ia menyatakan aturan itu penting untuk menjaga budaya perusahaan Amazon dan prinsip kepemimpinan. Salah satu prinsip Amazon adalah “tak setuju dan berkomitmen” yang berarti setiap pegawai harus berani berdebat soal ide pegawai lainnya dengan sopan.

    Grime menilai prinsip itu sulit diterapkan dalam diskusi lewat konferensi video. 

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: PR RI Tarik Investasi Cloud “Saingi” Malaysia & Singapura





    Next Article



    Kian Canggih! Ini Cara Bikin UKM Naik Kelas Dengan Teknologi CLoud



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.