Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Usai Larang Bitcoin Cs, Xi Jinping Buru Penambang Uang Kripto
    Insight News

    Usai Larang Bitcoin Cs, Xi Jinping Buru Penambang Uang Kripto

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 September 2021Updated:20 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – China terus melakukan pemburuan pada penambang kripto di negara itu. Ini nampaknya jadi tindak lanjut tindakan keras pemerintah Xi Jinping atas kripto untuk mengurangi emisi karbon negara itu.

    Para penambang disebut menyamarkan operasional mereka menjadi sebuah lembaga penelitian dan pusat data (data center), dikutip Nypost, Senin (20/9/2021).

    Berdasarkan laporan Bloomberg, pihak berwenang di sejumlah provinsi telah melakukan inspeksi dengan intensif pada sejumlah tempat. Beberapa diantaranya adalah perguruan tinggi, laboratorium penelitian, pusat data dan situs potensial lain yang bisa menyembunyikan tempat penambangan.

    Peningkatan pemburuan kali ini salah satunya karena kekhawatiran pihak berwenang atas pasokan listrik jelang cuaca dingin, ungkap Bloomberg.

    Setelah melakukan Penindakan beberapa waktu lalu, sejumlah taipan penambang kripto China telah meninggalkan negara itu. Mereka menuju negara seperti Kazakhstan, Kanada, negara bagian Texas serta daerah dengan daya murah dan aturan yang lebih ramah.

    Sementara itu sejumlah pengguna kripto lain dihukum atas tudingan penipuan dan pencucian uang.

    Namun mereka yang bertahan di China memutar otak untuk tetap bisa beroperasi. Bloomberg menyebut mereka makin pandai untuk menghindari otoritas.

    Kepada Bloomberg, salah seorang penambang menyebut secara teratur memindahkan rig penambangnya. Ini dilakukan agar pekerjaannya sulit untuk dilacak oleh pihak berwenang.

    Sementara itu dalam pernyataan minggu lalu, otoritas di provinsi Hebei mendesak perusahaan untuk dengan ketat mencegah penggunaan data komputasi sistem dalam keterlibatannya dengan penambangan mata uang virtual ilegal.

    Pemerintah juga menyebut soal penambangan yang mengkonsumsi energi besar dan bertentangan dengan tujuan negara.

    “Penambangan mata uang virtual mengkonsumsi energi yang sangat besar, bertentangan dengan tujuan negara saya yakni netralitas dan puncak karbon,” ungkap Lembaga tersebut.

    “Proliferasi dan Penyebaran nya akan mempengaruhi pembangunan ekonomi dan sosial secara secara langsung mengancam keamanan nasional”.

    China merupakan pasar yang ‘sibuk’ untuk penambangan bitcoin, dengan 46% penambang dunia berasal dari sana. Ini terjadi sebelum pemerintah melakukan tindakan tegas sekitar Mei 2021 ini.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.