Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»WHO Bicara Bahaya Varian Delta Dibanding Alpha, Beta & Gama
    Insight News

    WHO Bicara Bahaya Varian Delta Dibanding Alpha, Beta & Gama

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 September 2021Updated:22 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Adanya varian Delta telah menyingkirkan tiga varian Covid-19 lainnya dari perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO). Adapun tiga varian Covid-19 lain tersebut, yakni Alpha, Beta, dan Gama yang hanya mewakili sebagian kecil sampel yang diurutkan.

    “Masing-masing Alpha, Beta dan Gamma saat ini beredar hanya kurang dari 1%. Penyebaran ini benar-benar didominasi Delta di seluruh dunia,” kata Pimpinan Teknis WHO untuk Covid-19 Maria Van Kerkhove dikutip dari AFP, Rabu (22/9/2021).

    Varian Delta menjadi varian lebih kuat dan lebih menular, menggantikan virus lain yang beredar. WHO mencatat kini Delta telah terdeteksi tersebar di lebih dari 185 negara.

    Kerkhove mengatakan semua virus bermutasi dari waktu ke waktu, termasuk SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19. Selama akhir 2020, munculnya varian yang menimbulkan peningkatan risiko terhadap kesehatan masyarakat global.

    Hal ini pun mendorong WHO untuk mulai menggolongkannya sebagai varian yang diperhatikan (variants of interest/VOI), dan varian yang lebih mengkhawatirkan (variants of concern/VOC). Klasifikasi ini diharapkan bisa menjadi informasi dan menentukan langkah serta respon terhadap pandemi di masing-masing negara.

    Pemberian nama varian tersebut menggunakan huruf alfabet Yunani, untuk menghindari stigmatisasi negara-negara yang pertama kali mendeteksi mereka. Selain empat varian yang menjadi perhatian, ada juga lima varian yang termasuk VOI, tetapi Van Kerkhove mengatakan tiga di antaranya yakni Eta, Iota dan Kappa, sekarang sedang diturunkan ke varian yang sedang dipantau.

    “Ini benar-benar karena perubahan sirkulasi dan varian yang diminati hanya kalah bersaing dengan varian yang menjadi perhatian. Mereka hanya tidak bertahan,” katanya.

    [Dexpert.co.id]

    (rah/rah)



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.