Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»WHO Minta Moratorium Vaksin Covid-19 Booster, Kenapa?
    Insight News

    WHO Minta Moratorium Vaksin Covid-19 Booster, Kenapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 September 2021Updated:2 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – World Health Organization (WHO) meminta para pemimpin dunia untuk menunda (moratorium) pemberian vaksin Covid-19 booster (suntikan ketiga) selama sebulan.

    Tujuannya agar negara miskin mendapatkan jatah vaksin dan menyuntikkan dosis pertama kepada banyak warganya. Saat ini sudah 5 miliar dosis vaksin yang disuntikkan di mana 75% diantaranya didapatkan 10 negara, menurut data WHO.

    “Itulah mengapa saya menyerukan moratorium booster, setidaknya sampai akhir bulan ini untuk memungkinkan negara-negara terbelakang untuk mengejar ketinggalan,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (2/9/2021).

    Direktur badan kesehatan global mengatakan beberapa negara berpenghasilan tinggi telah memvaksin 50% populasi orang dewasa, sementara negara-negara berpenghasilan rendah, termasuk banyak di Afrika, masih memiliki tingkat vaksinasi orang dewasa kurang dari 2%.

    Vaksin Covid-19 booster mungkin diperlukan untuk mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau kekebalan yang berkurang, “tetapi untuk saat ini, kami tidak ingin melihat penggunaan booster secara luas untuk orang sehat yang telah divaksinasi sepenuhnya,” kata Tedros.

    Menurut data CDC, hampir 1 juta vaksin Covid-19 booster telah diberikan di AS sejak pejabat kesehatan mengizinkan booster vaksin Pfizer atau Moderna kepada orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

    Presiden AS Joe Biden mengatakan AS berencana untuk mendistribusikan suntikan Covid-19 booster secara luas mulai 20 September, sambil menunggu izin dari Food and Drug Administration (FDA) dan CDC.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.