Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»10 Resep Pintar Anak Finlandia, Termasuk Mulai Sekolah Jam 9
    Inspiring You

    10 Resep Pintar Anak Finlandia, Termasuk Mulai Sekolah Jam 9

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Maret 2023Updated:3 Maret 2023Tidak ada komentar5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Studi Kompetitif Global yang dilakukan World Economic Forum (WEF) menempatkan Finlandia sebagai negara yang memiliki pendidikan paling maju di dunia.

    Anak-anak Finlandia hampir selalu berada di posisi teratas dalam tes The Program for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 2000. PISA merupakan tes global yang mengevaluasi sistem pendidikan di negara-negara tertentu dengan menilai kinerja siswa dalam membaca, matematika, dan sains.

    Apa sih resep rahasia yang membuat anak-anak Finlandia pintar? Berikut ulasannya yang dirangkum dalam (WEF):


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Guru Wajib Memiliki Gelar Master

    Seluruh guru di Finlandia diwajibkan untuk memiliki gelar master, termasuk ilmu pedagogis. Profesi guru di negara tersebut juga sangat dihormati, digaji besar. Tak heran, jurusan pendidikan di Finlandia sangat bergengsi.

    Guru mendidik murid berdasarkan sistem kepercayaan, bukan kontrol.

    2. Jarang Ada PR

    Menurut Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), para siswa di Finlandia memiliki jumlah pekerjaan rumah (PR) yang paling sedikit bila dibandingkan dengan para siswa lain di seluruh dunia. Bahkan, para siswa Finlandia hanya menghabiskan maksimal 30 menit untuk mengerjakan tugas dari sekolah di rumah.

    3. Menekankan Kerja Sama, Bukan Persaingan

    Berbeda dengan sebagian besar negara lain di dunia, para siswa di Finlandia tidak dituntut untuk bersaing menjadi nomor satu dan berlomba-lomba meraih nilai tinggi di kelas. Sistem pendidikan Finlandia tidak memiliki daftar siswa terbaik. Sebab, mereka tidak menerapkan persaingan, melainkan kerja sama.

    4. Tidak ‘menghamba’ prestasi akademik

    Sebagian besar sekolah di dunia lebih memprioritaskan nilai ujian para siswanya dan menuntut mereka untuk unggul dalam matematika dan sains. Akibatnya, para sekolah seringkali melupakan aspek emosional murid.

    Sejak 1980-an, Finlandia meninggalkan hal tersebut dan berfokus pada hal-hal yang mendasar dalam pendidikan sehingga lingkungan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan. Berikut hal-hal dasar yang menjadi prioritas pendidikan Finlandia.

    – Pendidikan harus menjadi instrumen untuk mengimbangi ketimpangan sosial

    – Semua siswa menerima makanan sekolah gratis

    – Kemudahan akses pelayanan kesehatan

    – Konseling psikologi

    – Bimbingan individual

    5. Mulai Sekolah pada Usia 7 Tahun

    Di Finlandia, anak-anak baru diizinkan untuk mulai bersekolah bila sudah menginjak usia tujuh tahun. Pemerintah Finlandia memberikan kebebasan di masa perkembangan kanak-kanak dengan tidak memberikan pendidikan wajib agar anak-anak dapat menikmati masa kecilnya dengan maksimal.

    Selain itu, Finlandia hanya menerapkan 9 tahun wajib belajar bagi semua anak. Pendidikan setelah kelas 9 atau di atas usia 16 tahun adalah hal yang opsional.

    6. Sekolah Mulai Pukul 9

    Siswa di Finlandia biasanya baru memulai sekolah pada pukul 09.00 hingga 09.45. Menurut penelitian yang dipublikasikan PubMed Central, jam belajar di sekolah yang lebih awal bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, kebahagiaan, dan tingkat kematangan siswa.

    Sekolah Finlandia dimulai lebih siang dan biasanya berakhir pada pukul 02.00 hingga 02.45. Mereka memiliki periode kelas yang lebih lama dan istirahat yang lebih lama. Selain itu, sistem pembelajaran secara keseluruhan tidak ada yang memberikan informasi atau pelajaran yang banyak kepada siswa, tetapi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran holistik.

    7. Ada Opsi Selain Kuliah

    Pendidikan Finlandia menawarkan opsi yang menguntungkan bagi siswa yang hendak melanjutkan pendidikannya. Di Finlandia, ada sekolah menengah atas (setara SMA) yang merupakan program tiga tahun untuk mempersiapkan siswa mengikuti Ujian Matrikulasi.

    Ujian Matrikulasi adalah ujian yang menentukan penerimaan mereka di universitas. Biasanya, ujian tersebut didasarkan pada spesialisasi yang mereka peroleh selama menempuh pendidikan di sekolah menengah.

    Lalu, ada pendidikan kejuruan, yaitu program tiga tahun yang melatih siswa untuk melanjutkan karier profesional. Mereka memiliki pilihan untuk mengikuti tes Matrikulasi jika ingin mendaftar ke Universitas.

    8. Guru yang Sama Selama Bertahun-tahun

    Para siswa di Finlandia diajari oleh guru yang sama selama enam tahun bersekolah. Dengan demikian, guru bisa berperan sebagai mentor atau bahkan seperti anggota keluarga. Selama bertahun-tahun bersama, siswa dan guru membangun rasa saling percaya sehingga mereka saling mengenal dan menghormati.

    Hal ini diterapkan karena setiap individu memiliki kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda-beda. Dengan menerapkan sistem guru yang sama selama bertahun-tahun, para guru dapat mengetahui kebutuhan khusus para siswanya sehingga mereka dapat secara akurat memetakan dan memerhatikan perkembangan siswa.

    9. Sistem Belajar yang Santai

    Di Finlandia, suasana pembelajaran cenderung lebih santai. Para siswa biasanya hanya memiliki beberapa kelas dalam sehari. Mereka diberi waktu untuk makan, melakukan kegiatan yang menyenangkan, dan bersantai. Bahkan, para siswa diberikan waktu 15 hingga 20 menit untuk meregangkan tubuh, menghirup udara segar, dan beristirahat.

    Tidak hanya para siswa, para guru pun juga diberikan ruang khusus di setiap sekolah untuk bersantai, mempersiapkan hari, bahkan sekadar bersosialisasi.

    10. Tidak Ada Ujian Nasional

    Finlandia tidak memiliki tes standar untuk seluruh siswa seperti Ujian Nasional (UN) di Indonesia. Ini karena mereka menyadari bahwa setiap anak memiliki keunikan dan kecerdasannya masing-masing.

    Satu-satunya tes yang terdapat di negara tersebut adalah Ujian Matrikulasi Nasional. Namun, tes tersebut bersifat sukarela untuk siswa tahun terakhir menengah atas.

    Sebagai gantinya, seluruh siswa di Finlandia dinilai secara individual dengan sistem penilaian yang telah ditetapkan oleh guru masing-masing. Lalu, keseluruhan nilai perkembangan siswa dilakukan oleh Kementerian Pendidikan setempat yang mengambil sampel kelompok dari berbagai sekolah.


    Artikel Selanjutnya


    Anak Finlandia Terkenal Pintar-Pintar, Ini 10 Rahasianya

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Gaya Hidup Terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.