Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»10 Tanda dan Gejala Diabetes di Kulit yang Jarang Disadari
    Inspiring You

    10 Tanda dan Gejala Diabetes di Kulit yang Jarang Disadari

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 Februari 2023Updated:16 Februari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Diabetes merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan. Sebab penyakit yang disebabkan karena tingginya kadar gula darah dalam tubuh itu berada pada posisi kelima dalam daftar jumlah kasus terbesar di Indonesia.

    Sayangnya, meski penyakit ini umum ditemui, masih banyak orang yang tidak menyadari gejalanya. Tanda dan gejala diabetes dapat dilihat dari perubahan kondisi tubuh, salah satunya perubahan yang terjadi di kulit.

    Berikut adalah sejumlah gejala diabetes di kulit yang perlu Anda waspadai:


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Bintik-bintik kering

    Diabetes bisa menyebabkan bintik-bintik dan kadang-kadang garis di kulit. Kondisi ini biasanya disebut dermopati diabetik dan ditemukan di kaki bagian bawah. Dalam kasus yang jarang terjadi, bintik-bintik juga bisa terlihat di lengan, paha, batang tubuh, atau area tubuh lainnya.

    2. Benjolan kecil berwarna kuning kemerahan

    Benjolan ini sering terlihat seperti jerawat. Namun, tidak seperti jerawat, benjolan segera berubah menjadi warna kekuningan. Biasanya penderita diabetes akan menemukan benjolan ini di paha, lekukan siku, atau bagian belakang lutut.

    3. Benjolan merah atau sewarna kulit

    Ruam kemerahan di kulit yang berbentuk cincin bisa menjadi pertanda diabetes. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut Granuloma annulare, yang biasanya muncul di bagian tangan dan kaki. 

    Satu studi menemukan bahwa orang dengan diabetes kemungkinan besar memiliki granuloma annulare di area kulit yang luas dan benjolan itu datang dan pergi. Studi lain menyimpulkan bahwa orang yang memiliki granuloma annulare yang datang dan pergi harus diuji untuk diabetes.

    4. Kulit kering dan gatal

    Jika menderita diabetes, Anda cenderung memiliki kulit kering. Gula darah tinggi dapat menyebabkan hal ini. Jika memiliki infeksi kulit atau sirkulasi yang buruk, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kulit kering dan gatal.

    5. Bercak kuning, kemerahan, atau coklat pada kulit

    Kondisi kulit ini sering dimulai dengan benjolan padat kecil yang terlihat seperti jerawat. Seiring perkembangannya, benjolan ini berubah menjadi bercak kulit yang bengkak dan keras. Bercak bisa berwarna kuning, kemerahan, atau cokelat.

    6. Bercak kulit gelap

    Bercak kulit gelap yang terbentuk di lipatan leher, ketiak, atau selangkangan juga bisa menandakan risiko diabetes. Ini sering merupakan tanda pradiabetes. Nama medis untuk kondisi kulit ini adalah acanthosis nigricans.

    7. Kulit keras dan menebal

    Masalah kulit ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki komplikasi akibat diabetes atau diabetes yang sulit diobati. Anda akan melihat kulit kencang seperti lilin di bagian punggung tangan.

    Kulit yang keras, tebal, dan tampak bengkak dapat menyebar, muncul di lengan bawah dan lengan atas. Kondisi itu juga bisa berkembang di punggung atas, bahu, dan leher. Terkadang, penebalan kulit menyebar ke wajah, bahu, dan dada.

    8. Kulit melepuh

    Penderita diabetes dapat mengalami kulit yang tiba-tiba melepuh. Posisinya cenderung terbentuk di tangan, kaki, tungkai, atau lengan bawah dan terlihat seperti melepuh yang muncul setelah luka bakar serius. Berbeda dengan melepuh yang timbul setelah luka bakar, kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit.

    9. Infeksi kulit

    Orang yang memiliki diabetes cenderung memiliki infeksi kulit. Jika memiliki infeksi kulit, Anda akan merasakan panas atau kulit bengkak yang menyakitkan. Lalu, ada ruam gatal dan terkadang sedikit melepuh dan kulit kering bersisik.

    Infeksi kulit dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk di antara jari-jari kaki, di sekitar satu atau lebih kuku, dan di kulit kepala.

    10. Luka terbuka

    Memiliki gula darah tinggi (glukosa) untuk waktu yang lama dapat menyebabkan sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf. Sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf dapat mempersulit tubuh untuk menyembuhkan luka. Ini terutama berlaku di kaki. Luka terbuka ini disebut ulkus diabetik.


    Lihat arikel lainnya


    Waspada! Bau Badan Seperti Ini Jadi Tanda Diabetes & Liver


    Gaya Hidup Terkini Selalu Semangat
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.