Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»12 Tanda Orang Sudah Kecanduan Judi & Bedanya Sama Hobi
    Inspiring You

    12 Tanda Orang Sudah Kecanduan Judi & Bedanya Sama Hobi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 Januari 2025Updated:17 Januari 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Judi telah lama ada dan kini menjadi fenomena yang semakin marak di era digital. Kemudahan akses dan beragamnya jenis permainan membuat banyak orang tergoda untuk mencoba.

    Kendati awalnya hanya untuk hiburan, judi juga membawa dampak negatif yang serius, terutama bagi mereka yang sudah kecanduan. Beberapa di antara efek kecanduan judi adalah menguras keuangan, merusak hubungan pribadi dan profesional, serta membahayakan kesehatan mental.

    Menurut para ahli psikologi dari Yale Medicine, kecanduan atau gangguan judi bisa menyebabkan ketergantungan hingga menyebabkan orang mengorbankan hidupnya untuk berjudi.

    Ada beberapa faktor risiko gangguan perjudian, berikut di antaranya:

    1. Gender

    Laki-laki lebih mungkin mengalami kecaduan judi dibandingkan perempuan. Laki-laki tampak lebih tertarik pada bentuk-bentuk perjudian strategis seperti permainan kartu atau taruhan olahraga, sementara perempuan cenderung lebih menyukai bentuk-bentuk perjudian non-strategis seperti bingo atau mesin slot.

    2. Usia

    Sekitar 2% hingga 7% remaja mengalami gangguan perjudian, dibandingkan dengan sekitar 1% orang dewasa, dan banyak gangguan perjudian dimulai pada masa remaja. Mahasiswa juga berjudi dengan tingkat yang lebih tinggi daripada masyarakat umum.

    3. Keluarga

    Orang yang mempunyai orang tua dengan masalah perjudian lebih besar kemungkinannya untuk mempunyai masalah yang sama. Penelitian Yale berupaya memahami hubungan antara genetika dan gangguan perjudian. Diperkirakan perkembangan gangguan perjudian 50 persen disebabkan oleh faktor genetik dan 50 persen disebabkan oleh faktor lingkungan.

    4. Gangguan perilaku atau suasana hati lainnya

    Orang dengan gangguan perjudian sering kali menyalahgunakan alkohol, tembakau, atau obat-obatan lain, memiliki gangguan mood atau kepribadian seperti skizofrenia atau gangguan kepribadian antisosial, atau mengalami gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (ADHD).

    Sebuah studi tahun 2008 menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kejiwaan 17 kali lebih mungkin mengalami masalah perjudian.

    5. Ciri-ciri kepribadian

    Orang yang cenderung gelisah, mudah bosan, pekerja keras, atau sangat kompetitif mungkin berisiko lebih besar terkena gangguan perjudian.

    Perbedaan antara orang hobi berjudi dan kecanduan judi

    Kebanyakan orang dewasa yang berjudi tidak mempunyai gangguan perjudian, namun mereka yang mengidapnya dapat menghadapi masalah yang sangat serius. Seorang penjudi yang sudah kecanduan bisa menghabiskan tabungannya untuk membiayai perjudiannya, merusak hubungan pribadi, dan mengalami masalah di tempat kerja.

    Orang dengan kecanduan judi sering kali merasa bersalah atau malu, lalu merasakan kegelisahan dan mudah tersinggung ketika mencoba berhenti berjudi.

    Sementara orang yang sekedar hobi, perjudian tidak sampai membuat banyak aspek di kehidupannya menjadi berantakan.

    Banyak orang mungkin menganggap remeh perjudian, tanpa menyadari bahwa perjudian dapat membuat ketagihan dan berbahaya seperti halnya narkoba.

    Tanda seseorang dianggap kecanduan judi

    Orang yang, selama 12 bulan memenuhi empat dari sembilan kriteria yang dibuat oleh American Psychiatric Association, dianggap memiliki gangguan perjudian atau kecanduan judi:

    1. Merasa perlu berjudi dengan jumlah uang yang semakin banyak untuk mencapai kegembiraan yang diinginkan

    2. Gelisah atau mudah tersinggung ketika mencoba mengurangi atau berhenti berjudi

    3. Telah berulang kali melakukan upaya untuk mengendalikan, mengurangi, atau menghentikan perjudian namun gagal

    4. Sering disibukkan dengan perjudian (misalnya terus-menerus memikirkan untuk mengingat kembali pengalaman perjudian di masa lalu) atau merencanakan perjudian berikutnya dan memikirkan cara mendapatkan uang untuk berjudi

    5. Sering berjudi ketika merasa tertekan (misalnya saat sedih, cemas atau depresi)

    6. Setelah kalah dalam perjudian, sering kali kembali pada hari lain untuk membalas dendam (mengejar kerugian)

    7. Berbohong untuk menyembunyikan sejauh mana keterlibatannya dalam perjudian

    8. Kegiatan berjudi sudah membahayakan hubungan, pekerjaan, pendidikan atau karier

    9. Mengandalkan orang lain untuk menyediakan uang agar meringankan situasi keuangan yang berantakan akibat perjudian

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perjalanan Shin Tae Yong Bersama Timnas Indonesia





    Next Article



    12 Ciri Kecerdasan Anak yang Mudah Dikenali Sejak Dini



    Gaya Hidup Terkini Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.