Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»3 Kesalahan Anak Muda dalam Merencanakan Masa Depan
    Inspiring You

    3 Kesalahan Anak Muda dalam Merencanakan Masa Depan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 Desember 2024Updated:5 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Mempersiapkan keuangan masa depan penting agar terlindung dari risiko keuangan tak terduga. Anda bisa memulainya dengan berinvestasi. Sayangnya masih banyak, terutama anak muda yang belum perhatian akan hal ini.

    Investasi adalah salah satu cara untuk mengelola keuangan Anda menjadi lebih baik. Dengan berinvestasi, Anda akan mendapat keuntungan dari gaji yang disisihkan.

    Dilansir CNBC Make it, dari survei Generation Lab dan CNBC, sebanyak 24% anak muda memilih untuk menabung uang mereka secara tunai.

    Menurut Kamila Elliott, seorang perencana keuangan bersertifikat dan salah satu pendiri dan CEO Collective Wealth Partners, banyak orang merasa sangat rentan secara finansial sehingga timbul keraguan untuk berinvestasi.

    Sebanyak 42% lainnya tidak berinvestasi atau menabung sekalipun. Kebanyakan mereka masih sekolah atau baru lulus yang membuat mereka belum mulai menabung.

    Namun, kita harus berpikir panjang dan mempersiapkan aset masa depan. “Sangat penting untuk berpartisipasi di pasar untuk dapat mencapai tujuan investasi atau aset Anda,” kata Elliot.

    Maka hindari tiga kesalahan ini untuk masa depan keuangan Anda yang lebih baik:

    1. Tidak berpartisipasi di pasar keuangan
    Investasi adalah kunci untuk menumbuhkan kekayaan, menurut Douglas Boneparth, pendiri Bone Fide Wealth.

    Setelah menabung secara tunai, maka pertimbangkan untuk mulai berinvestasi. Hal ini untuk menyelamatkan keuangan jangka panjang Anda.

    2. Hanya berinvestasi dalam saham individu
    Sejumlah anak muda menyatakan lebih senang menginvestasikan uang mereka dalam saham individu, dibanding dengan obligasi, dana yang diperdagangkan di bursa, dan mata uang kripto.

    Namun, berinvestasi dalam jumlah terbatas dapat berisiko karena bergantung pada kinerja perusahaan-perusahaan tersebut.

    3. Berpikir jangka pendek
    Jangan tergesa-gesa dalam membuat perubahan portofolio Anda. Jangan biarkan pasar menentukan keputusan Anda, tetapi buat perubahan jika tujuan Anda berubah, kata Elliot.

    Ia menyarankan untuk tidak terlalu memantau investasi. Setelah berinvestasi, ada baiknya segera biarkan lalu lupakan. Menurutnya, melihat uang yang naik dan turun akan timbul rasa gugup. Dengan berhenti melihatnya akan menghindari keinginan untuk membuat perubahan.

    Kendalikan keuangan sesuai tujuan Anda. Baik dengan investasi manapun, yang pasti dapat menghasilkan jangka panjang sampai 30 tahun dari sekarang, kata para perencana keuangan bersertifikat tersebut.

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Perawatan Kecantikan Ala Dermaster Bikin Tampil Awet Muda





    Next Article



    Riset: 80% Warga RI Senang Habiskan Duit untuk Gaya Hidup



    Gaya Hidup Terkini Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.