Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»53.000 Warga Singapura Minum Obat Anti-Depresan, Ada Apa?
    Inspiring You

    53.000 Warga Singapura Minum Obat Anti-Depresan, Ada Apa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman2 Desember 2024Updated:2 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Makin banyak warga Singapura yang mengalami masalah kesehatan mental, terutama kelompok usia dewasa muda.

    Melansir CNA TODAY, mereka pun datang ke dokter dan diresepkan obat golongan antidepresan yang dikenal sebagai selective serotonin reuptake inhibitors atau SSRI.

    Penggunaan SSRI telah ada sejak akhir 1980-an dan merupakan jenis antidepresan yang paling sering diresepkan. Obat ini bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin di otak, yaitu neurotransmitter yang membantu mengatur suasana hati.

    SSRI dapat digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi kesehatan mental selain depresi, seperti kecemasan dan gangguan obsesif kompulsif.

    Menurut Kementerian Kesehatan Singapura, sekitar 53.000 pasien diresepkan SSRI setiap tahun pada 2022 hingga 2023. Angka ini naik dari rata-rata 50.000 per tahun pada 2017 hingga 2021.

    Secara keseluruhan, resep SSRI meningkat dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 5 persen atau dari tahun 2018 hingga 2022, setara dengan peningkatan setidaknya 20 persen dalam periode tersebut.

    Peningkatan resep obat antidepresan secara keseluruhan tidak mengejutkan karena beberapa alasan. Salah satu alasannya adalah penyakit mental telah mengalami destigmatisasi yang substansial di masyarakat.

    Dr Victor Kwok, direktur medis dan konsultan psikiater senior di Private Space Medical, mengatakan bahwa ia melihat makin banyak orang dewasa muda yang mengunjungi klinik atas kemauan mereka sendiri setelah pandemi.

    “Pasien muda ini lebih mampu mengenali gejala mereka dan menganalisis alasan pemicunya. Bahasa yang mereka gunakan sering kali sangat canggih seperti bahasa terapis,” katanya.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Warga RI Makin Gemar Olahraga, Produsen Alat Olahraga Kian Cuan




    Next Article



    Singapura Izinkan 16 Serangga Jadi Bahan Makanan, Ini Daftarnya



    Berani sukses Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.