Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»740 Juta Anak Muda Diprediksi Rabun Mata di 2050, Apa Sebabnya?
    Inspiring You

    740 Juta Anak Muda Diprediksi Rabun Mata di 2050, Apa Sebabnya?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 Oktober 2024Updated:3 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Gangguan penglihatan seperti rabun umumnya banyak dialami oleh orang yang sudah tua. Namun, siapa sangka penelitian baru menyebut bahwa rabun mata akan banyak dialami usia muda.

    Melansir Euro News, jumlah anak-anak dan remaja yang mengalami miopia atau rabun jauh di seluruh dunia akan meningkat menjadi lebih dari 740 juta pada tahun 2050.

    Miopia adalah kondisi ketika orang mengalami kesulitan melihat objek dari jarak jauh. Fenomena ini telah meningkat secara bertahap sejak tahun 1990 dari sekitar 25% anak-anak dan remaja menjadi 33%.

    Diterbitkan dalam British Journal of Ophthalmology, penelitian ini memberikan analisis terhadap 311 studi yang melibatkan lebih dari 5,4 juta partisipan dari 50 negara.

    Meskipun sebelumnya diketahui bahwa kasus miopia telah meningkat, studi baru yang dipimpin oleh para peneliti di Universitas Sun Yat-Sen di Guangzhou, China, menyertakan proyeksi terbaru di enam benua untuk lebih memahami sejauh mana masalah tersebut.

    Secara keseluruhan, penelitian ini memperkirakan akan ada peningkatan 9 persen dalam prevalensi miopia global antara tahun 2023 dan 2050.

    Prevalensi tersebut diperkirakan akan lebih tinggi di kalangan remaja berusia 13 hingga 19 tahun dibandingkan dengan anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun. Para peneliti memperkirakan bahwa pada tahun 2050, lebih dari separuh remaja dan lebih dari seperempat anak-anak dalam kelompok usia ini akan mengalami miopia.

    “Ini adalah prediksi yang sangat mengkhawatirkan, dan sejalan dengan data sebelumnya, tetapi memberi kita perkiraan yang lebih tepat dan terkini,” kata Imran Jawaid, konsultan dokter mata anak di Rumah Sakit Mata Moorfields Dubai yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

    Tindakan dalam mencegah miopia

    Jawaid mengatakan bahwa ada beberapa cara sederhana untuk membantu mencegah miopia, seperti bekerja pada jarak 30 cm dari buku atau layar. Selain itu, anak-anak dan remaja juga dianjurkan menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.

    “Kami selalu menganjurkan anak-anak untuk menghabiskan waktu di luar ruangan setidaknya satu jam, mungkin dua jam sehari di usia prasekolah, karena kami tahu hal itu terkait dengan penurunan tingkat atau insiden miopia,” katanya.

    Penulis studi mengatakan bahwa remaja harus melakukan tindakan perlindungan mata. Mereka merekomendasikan untuk meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi waktu menonton TV, bermain gim komputer, dan mengakses internet.

    Mereka juga menyarankan pihak pendidik untuk mengurangi beban pekerjaan rumah yang terlalu banyak.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Parle Resto & Cafe, Level up Experience Kuliner Indonesia!


    Inspirasi Kamu Inspirasi Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.