Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Tanda-Tanda Jantung Bermasalah yang Tak Boleh Disepelekan
    Inspiring You

    Tanda-Tanda Jantung Bermasalah yang Tak Boleh Disepelekan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Januari 2025Updated:24 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia. Berdasarkan data terbaru, tren pasien jantung di Indonesia sendiri mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan, khususnya pada kelompok usia muda.

    Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mengenai jumlah pasien jantung berdasarkan kelompok usia menyebutkan bahwa kelompok usia 25-34 tahun mendominasi dengan jumlah 140.206 orang. Angka ini sedikit di atas kelompok usia 15-24 tahun yang mencapai 139.891 orang.

    Tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, alkohol dan pola makan yang tidak seimbang.

    Konsultan Kardiologi dari Northern Heart Hospital Penang, Dr. Tan Chiang Soo mengatakan bahwa ada tanda-tanda masalah pada jantung yakni sesak napas, sering pingsan, dan ketidaknyamanan di dada akibat kekurangan darah yang kaya akan oksigen. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat mematikan hingga 50% pasien meninggal dalam waktu 2 tahun.

    “Penyakit jantung bisa muncul bahkan pada usia muda yang produktif, dengan tanda-tanda seperti pusing, cemas, nyeri dada atau kelelahan yang tidak biasa. Ini bisa di deteksi agar dapat penanganan yang cepat,” kata Dr. Tan Chiang Soo dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (24/1/2025).

    Dia menjelaskan, untuk mengobati pasien jantung, saat ini ahli sudah berhasil mengembangkan inovasi baru untuk perbaikan katup jantung yakni dengan Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI) atau Transcatheter Aortic Valve Replacement (TAVR).

    Pasien hanya akan menjalani prosedur bedah minimal untuk memperbaiki katup jantung tanpa mengganti katup lama yang tua dan rusak. Inovasi ini menggantikan metode konvensional operasi jantung terbuka untuk menggantikan katup jantung yang aus dan mengalami penyempitan.

    Tidak seperti bedah jantung terbuka, pasien yang menjalani TAVI tidak perlu dibuka dadanya, jantung tidak dihentikan ketika dilakukan implantasi katup jantung transkateter pada jantung yang berdetak.

    Metode ini biasanya direkomendasikan untuk orang yang tidak dapat melakukan operasi penggantian katup secara terbuka (Surgical Aortic Valve Replacement/SAVR). Selain itu, mereka yang memiliki penyakit komorbid juga dapat melakukan prosedur TAVI.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pengusaha Minta Pemerintah Perketat Aturan Bisnis Kecantikan




    Next Article



    Studi: Tidur Cukup Saat Weekend Kurangi Risiko Kena Sakit Jantung 20%



    Berani sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.