Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ahli Sebut Ayah yang Terlibat Ngasuh Anak Lebih Sehat Mentalnya
    Inspiring You

    Ahli Sebut Ayah yang Terlibat Ngasuh Anak Lebih Sehat Mentalnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman8 Juli 2024Updated:8 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Merawat dan mendidik anak adalah kewajiban kedua orang tua. Meski begitu, seringkali pengasuhan anak seringkali dibebankan lebih berat kepada seorang ibu, sehingga peran ayah sebagai orang tua tak optimal menemani tumbuh kembang anak.

    Padahal, ahli menemukan bahwa ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan anak ternyata memiliki kesehatan mental yang lebih baik. 

    Elissa Strauss, penulis buku “When You Care: The Unexpected Magic of Caring for Others,” menyebut pengalaman menjadi seorang ayah bisa membebaskan para pria dari maskulinitas toksik yang seolah melarang mereka merasakan emosi.

    Misalnya, di kantor atau di lapangan bola, pria diharapkan untuk menyembunyikan empati dan kepekaan mereka. Jika mereka melakukannya, mereka akan dianggap feminin atau lemah.

    Namun, dengan anak-anak mereka, para ayah memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi semua sisi ini tanpa khawatir dihakimi publik. Mereka bisa bersikap manis, lembut, dan penuh kasih sayang, tidak takut untuk menunjukkan kelembutan tanpa takut dihakimi. Dan hal ini ternyata baik untuk para ayah.

    “Ketika kita menempatkan laki-laki dalam peran pengasuhan anak, baik mereka memilih untuk melakukannya atau dipaksa, hal itu memberi laki-laki kesempatan untuk menjangkau dan mewujudkan bagian-bagian diri mereka yang sudah ada di sana, tetapi sering kali tidak ditunjukkan ke publik,” ujar Direktur Center for Boy and Men Matt Englar-Carlson, dalam buku Strauss, dilansir CNN International, dikutip Sabtu (6/7/2024).

    Ambil contoh Eric Gardner, mantan komandan kompi di Angkatan Darat AS. Eric baru menyadari bahwa merawat putrinya membantu dia mengatasi trauma masa lalunya. 

    Peran sebagai ayah mendorong Eric untuk melepaskan diri dari imej maskulin selama karir militernya dan belajar untuk menjadi lebih lembut dengan memperhatikan orang lain dan mencoba memahami kelemahan dan ketakutan mereka. Akhirnya, dia menyadari bahwa dia perlu menerapkan hal ini pada dirinya sendiri untuk mengatasi rasa malu karena diagnosis dengan gangguan stres pasca-trauma.

    “Menghabiskan waktu bersama anak membuat saya sadar bahwa saya harus memahami diri saya sendiri,” kata Gardner.

    Saksikan video di bawah ini:

    Kenali Tanda-Tanda Masalah Kulit Jelang Usia Lanjut





    Next Article



    3 Jurus Rahasia dari Ahli Agar Anak Jadi Penurut



    (hsy/hsy)

    Inspirasi Kamu True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.