Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Sebenarnya Jangan Cium Bayi Menurut Ahli Biologi
    Insight News

    Alasan Sebenarnya Jangan Cium Bayi Menurut Ahli Biologi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 November 2024Updated:25 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Salah satu “pantangan” yang sering diperdebatkan soal bayi adalah larangan mencium bayi. Menurut ahli mikrobiologi asal Inggris, larangan ini punya alasan yang kuat karena berbahaya bagi kesehatan bayi.

    Primrose Freestone, ahli mikrobiologi dari University of Leicester, menjelaskan bahwa membiarkan bayi dicium oleh keluarga, teman, apalagi orang asing – punya risiko tinggi.

    Alasannya, sistem imun bayi belum berkembang dengan baik sehingga mereka bisa dengan mudah terinfeksi.

    Dalam tiga bulan pertama sejak lahir, jumlah sel imun “pembunuh infeksi” seperti neutrophils dan monocytes yang ada di tubuh bayi sangat terbatas. Hasilnya, infeksi yang hanya menyebabkan gejala ringan di tubuh manusia dewasa atau anak-anak, bisa mengancam nyawa bayi.

    Salah satu contohnya adalah virus herpes. Pada tubuh manusia dewasa, herpes hanya menyebabkan sariawan. Namun, virus ini bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah.

    Freestone menjelaskan bahwa herpes yang menyerang mata, mulut, atau kulit bayi masih bisa sembuh dengan perawatan antiviral. Namun jika virus sudah menyerang sistem yang lebih luas, dampaknya sangat serius dan bisa menyebabkan kematian.

    Makin muda usia bayi, mereka makin rentan terhadap infeksi herpes terutama dalam empat minggu pertama sejak kelahiran.

    Bayi baru lahir juga lebih rentan terhadap bakteri, terutama patogen antar-sel yaitu bakteri yang bisa masuk dan hidup di sel manusia seperti group B streptococci (GBS).

    GBS bisa hidup di sistem pencernaan dan alat kelamin manusia tanpa menyebabkan gejala penyakin apapun. Pada bayi, infeksi GBS bisa menimbulkan sepsis, penumonia, meningitis, dan infeksi darah.

    Bayi juga mudah terinfeksi oleh bakteri E. coli yang tak berbahaya bagi manusia dewasa. Infeksi E. coli pada bayi bisa menyebabkan pneumonia, meningitis dan sepsis.

    Oleh karena itu, Freestone menyarankan agar orang tua tidak segan melarang bayi mereka dicium atau disentuh. Jika teman dan keluarga peduli dengan kesehatan bayi itu, mereka seharusnya tak tersinggung dengan larangan tersebut.

    Jika memang harus menyentuh atau mencium bayi, Freestone menyarankan beberapa langkah.

    Paling awak, pastikan mencuci tangan dengan bersih dan hindari mencium bayi di mulut atau wajah. Area yang disarankan untuk dicium adalah bagian belakang kepala atau kaki. Jika sakit, jangan berada di dekat bayi terutama yang baru berusia sebulan.

    Jika sedang sakit tetapi harus ada di sekitar bayi, Freestone menyarankan agar selalu memakai masker dan jangan pernah terlalu dekat dengan bayi.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Teknologi Diagnosis Penyakit Bikin Pasien RI Tak Perlu ke LN





    Next Article



    Microsoft Tutup Data Center di Dasar Laut



    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.