Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Amerika Kebobolan, Petaka China Ternyata Separah Ini
    Insight News

    Amerika Kebobolan, Petaka China Ternyata Separah Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Januari 2025Updated:6 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Serangan siber masif yang dilancarkan kelompok hacker China ke sistem telekomunikasi Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan pada akhir 2024 lalu ternyata lebih parah dari dugaan sebelumnya.

    Tak cuma perusahaan telekomunikasi seluler seperti AT&T dan Verizon yang menjadi korban, tetapi juga perusahaan lain termasuk Charter Communications, Consolidated Communications, dan Windstream.

    Menurut laporan Reuters yang dikutip Senin (6/1/2025), hacker juga mengeksploitasi kerentanan pada perangkat jaringan dari vendor keamanan Fortinet, serta membobol jaringan dari Cisco Systems.

    Hacker juga berhasil menyusupi jaringan milik Lumen Technologies dan T-Mobile, menurut laporan terbaru. Pemerintah China membantah keterlibatan dalam penyerangan tersebut.

    China juga menuduh AS sengaja menggembar-gemborkan informasi yang keliru ke publik.

    Temuan baru soal skala penyerangan hacker China ke sistem telekomunikasi kritis AS menimbulkan kekhawatiran baru terhadap pertahanan keamanan siber di AS, baik di sisi pemerintahan maupun perusahaan swasta.

    Laporan terbaru juga menyinggung omongan penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih pada 2023 lalu.

    Ia mewanti-wanti para petinggi industri telekomunikasi dan teknologi bahwa hacker China sudah memiliki kemampuan untuk melumpuhkan puluhan pelabuhan, fasilitas listrik, dan infrastruktur kritis lainnya di AS.

    Kelompok hacker yang berkaitan dengan China, Salt Typhoon, dikatakan menargetkan sistem AT&T dan Verizon yang berpengaruh terhadap pengguna operator tersebut.

    Pada pekan lalu, pemerintah mengatakan telah bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengamankan jaringan pasca penyerangan.

    Lumen mengatakan pihaknya sudah tidak melihat bukti penyerang mengakses jaringan dan data konsumen. T-Mobile mengatakan pihaknya telah menyetop upaya pembobolan yang dilakukan hacker.

    Verizon mengatakan sejumlah kecil konsumen di kalangan pemerintah dan politisi menjadi target penyerangan grup hacker. Orang-orang tersebut sudah diberitahu.

    Cisco dan Fortinet menolak berkomentar.

    Target pembobolan Salt Typhoon sebelumnya disebutkan termasuk Wakil Presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris dan Presiden AS terpilih Donald Trump dari Republik.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Daftar Tantangan Industri RI Percepat Transformasi Digital 2025





    Next Article



    China Dikucilkan Dunia, Dampaknya Tak Terduga



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.