Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Anak-Anak Rentan Diserang Pneumonia, Ini Penjelasan Dokter Anak
    Inspiring You

    Anak-Anak Rentan Diserang Pneumonia, Ini Penjelasan Dokter Anak

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman18 November 2024Updated:18 November 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Sebagian orang tua mungkin kurang menyadari risiko pneumonia pada anak terutama bayi. Sebab, gejala awal penyakit ini sering disalahartikan sebagai batuk pilek biasa.

    Penyakit yang menyerang pernapasan ini bisa berakibat fatal dan berisiko tinggi jika tidak segera ditangani. Di Indonesia, menurut Data Profil Kesehatan 2022, pneumonia termasuk dalam 10 penyebab utama kematian terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak di bawah lima tahun.

    Pneumonia adalah kondisi inflamasi yang terjadi saat seseorang mengalami infeksi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru. Kantung udara yang terinfeksi tersebut akan terisi oleh cairan maupun pus (dahak purulen). Gangguan ini dapat menyebabkan batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, hingga kesulitan bernapas.

    “Anak-anak cukup rentan terhadap berbagai jenis penyakit, termasuk pneumonia. Sebab sistem imunitas tubuh mereka yang masih lemah dan belum terbentuk sempurna,” kata Dokter Spesialis Anak Prof. Dr.dr. Hartono Gunardi, Sp.A (K) pada acara “Menuju Indonesia Emas 2045: Pfizer Indonesia dan IAKMI Dorong Generasi Sehat Bebas Pneumonia” di Kota Jakarta Selatan, Senin (18/11/2024).

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pneumonia tidak datang mendadak. Untuk itu, pneumonia pada anak perlu dikenali sejak dini dan diperiksakan ke dokter secepatnya.

    Cara penyebaran
    Pneumonia dapat menyebar melalui beberapa cara. Virus dan bakteri yang biasa terdapat pada hidung atau tenggorokan anak dapat menginfeksi paru-paru jika terhirup.

    Pneumonia juga dapat menyebar melalui udara dari batuk atau bersin. Selain itu, pneumonia dapat menyebar melalui darah, terutama selama dan segera setelah lahir.
    Gejala

    Penyakit ini sering ditandai dengan gejala batuk yang cukup lama, kemudian sesak napas dan demam. Meski gejalanya terlihat seperti sakit pada umumnya, namun jika tidak segera mendapat penanganan dapat menyebabkan kematian.

    Pneumonia pada bayi dan anak bisa juga mengeluarkan gejala seperti sakit tenggorokan, napas berbunyi, lemas, mual, diare, nafsu makan menurun. Serta lebih sering menangis dan rewel dibandingkan biasanya.




    Foto: Acara “Menuju Indonesia Emas 2045: Pfizer Indonesia dan IAKMI Dorong Generasi Sehat Bebas Pneumonia” di Kota Jakarta Selatan, Senin (18/11/2024). (CNBC Indonesia/Linda Sari Hasibuan)

    Pencegahan
    Untuk pencegahan pneumonia pada bayi bisa dimulai dengan memastikan asupan ASI dan MPASI tercukupi serta tentunya seimbang dalam hal gizi. MPASI atau makanan pendamping ASI dianjurkan untuk mulai diberikan sejak bayi berusia 6 bulan.

    Sementara itu, pemberian ASI dianjurkan terus diberikan pada bayi hingga berusia 2 tahun. Sebab, ASI dapat memberi antibodi untuk melindungi bayi dari serangan penyakit.

    Tidak hanya itu, pastikan orang tua memberikan imunisasi yang lengkap. Hal ini dapat menjadi salah satu cara mencegah pneumonia anak, dan juga berbagai penyakit lain, seperti campak, batuk, difteri, dan penyakit berat lainnya.

    Selain jaga kebersihan lingkungan dan di dalam rumah. Jangan biarkan anak-anak terpapar oleh polusi udara, seperti asap rokok, karena dapat merusak saluran pernapasannya.

    Anak-anak yang hidup bersama seorang perokok, meskipun tidak merokok langsung di depannya, tetap memiliki risiko untuk terkena penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan.

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Timnas Indonesia Siap Hadapi Laga Lawan Timnas Jepang




    Next Article



    Heboh Kasus Bayi Meninggal Usai Imunisasi, Ini Kata Kemenkes



    Berani sukses Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.