Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apa Itu Google Mobility yang Dipakai Luhut Pantau Warga RI?
    Insight News

    Apa Itu Google Mobility yang Dipakai Luhut Pantau Warga RI?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 November 2021Updated:16 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pemerintah menggunakan sejumlah data dari raksasa teknologi untuk melakukan pemantauan mobilitas masyarakat saat gelombang kasus Covid-19 meningkat di Indonesia. Salah satu yang digunakan adalah laporan dari Google.

    Tomer Shekel, Senior Product Manager of Public and Environmental Health Google Health mengatakan jika saat pamdemi, strategi kesehatan publik jadi fokus. Tujuannya untuk mengurangi persebaran virus dimulai dari kebijakan social distancing hingga lockdown.

    Dia menjelaskan jika para pejabat kesehatan membutuhkan dampak pandemi dan kebijakan yang dibuat untuk mobilitas masyarakat.

    “Ini dapat sangat membantu mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan mengambil keputusan yang vital terkait hal itu. Apakah kebijakan mereka seperti social distancing atau lockdown, efektif? Apakah mobilitas orang benar-benar berkurang? kebijakan mana yang efektif,” jelas Tomer yang dikutip dari kanal Youtube Google Indonesia, Selasa (16/11/2021).

    Laporan Google ini diluncurkan oleh Google Health sejak 2 April 2020, tak lama setelah Covid-19 menyebar di hampir seluruh bagian dunia.

    Laporan ini tersedia bukan hanya di Indonesia saja. Namun untuk 135 negara, termasuk lebih dari 90 negara dengan insight yang mendetail hingga ke tingkat sub-region.

    Isi laporan tersebut akan menampilkan grafik tren mobilitas seiring waktu. Yakni berisi per wilayah untuk kategori tempat relevan sebagai cara merespon pandemi yakni untuk sejumlah tempat dari retail dan rekreasi, toko bahan makanan dan apotek, taman, pusat transportasi umum, tempat kerja dan area pemukiman.

    “Di sini Anda dapat melihat screenshot laporan yang menampilkan grafik tren mobilitas seiring waktu per region dalam berbagai kategori tempat yang relevan untuk respon pandemi,” jelasnya.

    “Termasuk retail dan rekreasi yang berfokus pada toko, mall, restoran dan bar. Lalu stasiun transit, stasiun bus, atau stasiun kereta. Termasuk juga tempat kerja. Di ketiganya, saya perkirakan mobilitas akan turun drastis setelah kebijakan diterapkan”.

    Baseline data laporan pada Januari-Februari 2020, yakni mobilitas saat sebelum pandemi. Untuk grafik yang ditampilkan saat orang mendownload laporan termasuk perubahan mobilitas dalam enam minggu sebelumnya.

    Google juga menuliskan minimal tiga insight dalam laporan, yakni:

    1. Memahami perubahan mobilitas, yakni sebagai dampak dari kebijakan karantina wilayah ataupun pembatas sosial.
    2. Memahami adanya dampak sosial pandemi dari komunitas dan populasi.
    3. Untuk memahami aktivitas tren ekonomi di sebuah negara.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.