Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Google mengumumkan berbagai fitur untuk ChromeOS yang difokuskan untuk kebutuhan belajar-mengajar dan aksesibilitas harian. Salah satu fitur unggulannya adalah kemampuan untuk mengontrol komputer hanya dengan kepala dan ekspresi wajah. Fitur ini pada dasarnya ditujukan bagi mereka yang memiliki gangguan motorik. Fitur itu pertama kali diumumkan pada awal Desember lalu, dan sekarang dirilis untuk banyak pengguna Chromebook yang kompatibel. Google merekomendasikan untuk perangkat dengan RAM 8GB atau lebih, demikian dikutip dari The Verge, Kamis (23/1/2025). Ini bukan kali pertama Google membawa fitur wajah-sebagai-kontrol kursor. Sebelumnya, Google telah membuat alat aksesibilitas AI open-source untuk game Windows yang disebut Project…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Samsung memberikan ‘teaser’ kehadiran Galaxy S25 Edge di acara ‘Galaxy Unpacked 2025’ yang berlangsung di San Jose, California AS, Kamis (23/1/2025) pukul 01.00 WIB dinihari. Rumor soal varian Edge ini sudah muncul bocorannya sejak lama, awalnya produk terbaru itu digadang-gadang akan dinamai Slim. Pada acara Galaxy Unpacked, Samsung memaparkan tentang AI dan inovasi serta fitur unggulan ada Galaxy S25, S25 Plus, dan S25 Ultra. Ketika akan menutup acara, perusahaan kemudian memberikan kejutan tambahan yang ternyata ‘teaser’ Galaxy S25 Edge. Seri Edge ini menjadi ponsel flaghsip paling tipis yang dimiliki Samsung. Kemungkinan model tersebut akan bersaing dengan iPhone Air yang dirumorkan rilis tahun ini. Galaxy…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Sindikat penipu berhasil membobol rekening kripto senilai US$659 juta atau sekitar Rp10 triliun sepanjang 2024. Modusnya melibatkan penyamaran untuk mengelabui korban. Menurut laporan gabungan yang dirilis Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat (AS), aksi penipuan ini dilakukan diduga merupakan ulah kelompok Lazarus yang terkait dengan Korea Utara. Modusnya menggunakan rekayasa sosial dan menyisipkan malware yang disebut ‘TraderTraitero’ untuk melancarkan aksi pencurian kripto. Selain itu, laporan juga mengungkapkan mereka menyusupkan seseorang sebagai pekerja IT pada perusahaan blockchain. Tujuannya agar pencurian kripto bisa disebut sebagai ancaman dari orang dalam alias internal. “Amerika Serikat, Jepang, dan Republik Korea memberi peringatan pada entitas sektor swasta, khususnya industri kerja blockchain…

Read More