Penulis: Ardhian Valqa

Jakarta, Dexpert.co.id – Pusat data yang mendukung kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan (cloud computing) mendorong peningkatan permintaan dan produksi energi. Menurut Departemen Energi AS, penggunaan listrik global dapat meningkat sebanyak 75% pada tahun 2050 akibat ambisi pengembangan AI oleh industri teknologi. Pusat data yang mendukung AI dan komputasi awan dapat segera tumbuh begitu besar sehingga dapat menggunakan lebih banyak listrik. Ketika para pemimpin raksasa teknologi dalam perlombaan AI mendorong kemajuan dan penerapan teknologi lebih lanjut, banyak yang menemukan kebutuhan energi mereka semakin bertentangan dengan tujuan keberlanjutan mereka. “Pusat data baru yang membutuhkan jumlah listrik yang sama seperti, katakanlah,…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Spesies baru nenek moyang manusia berhasil ditemukan belum lama ini. Dalam sebuah penelitian menemukan spesies Homo Juluensis atau berarti kepala besar di Xujiayao China Utara. Dalam penelitian yang diterbitkan Mei 2024, Christopher Bae dari Universitas Hawai’i dan Xiuju Wu dari Institut Paleontologi Vertebrata menemukan sekumpulan fosil hominin tidak biasa. Fosil itu memiliki tengkorak berukuran besar dan lebar, Fitur lainnya disebut mirip dengan Neanderthal serta ada juga ciri-ciri seperti manusia modern dan Denisovan. “Fosil ini menjadi bentuk baru hominin berotak besar (Juluren) yang tersebar luas di sebagian besar Asia timur pada kuartal akhir (300 ribu-500 ribu tahun lalu),”…

Read More

Jakarta, Dexpert.co.id – Benua Afrika terbelah menjadi dua karena fenomena retakan tidak biasa yang terjadi di permukaannya. Para ahli memprediksi, retakan tersebut akan membentuk pulau raksasa baru di wilayah tersebut di masa depan. Retakan yang disebut sebagai East African Rift (EAR) terlihat jelas di wilayah bagian timur Afrika. Robekan itu terbentang mencapai 6.400 kilometer. Retakan juga diperkirakan terus akan terjadi sepanjang beberapa juta tahun. Di mana pada akhirnya membuat Afrika terbelah menjadi dua bagian. Fenomena ini berbeda dengan retakan yang biasanya terjadi, yakni dikarenakan pergeseran tektonik yang saling menjauh sehingga membuat lapisan kerak Bumi dan mantel Bumi atau Litosfer saling…

Read More