Jakarta, Dexpert.co.id – Bytedance, induk perusahaan TikTok, berupaya agar tetap bisa beroperasi tanpa harus menjual platform media sosial mereka di Amerika Serikat (AS). Langkah terbaru, perusahaan asal China tersebut minta diperlakukan adil dengan aturan yang berlaku di Negeri Paman Sam itu. Berdasarkan aturan, Bytedance harus menjual Tiktok. Jika sampai batas 19 Januari 2025 tidak dilakukan maka perusahaan akan dilarang beroperasi di AS. Sebelumnya, Bytedance berupaya untuk menunda penerapan pemblokiran tersebut. Dalam argumen di Mahkaman Agung, pengacara dua raksasa teknologi China memaksa aturan yang sama juga diterapkan di kasus lain. “Dulunya bioskop AMC dimiliki perusahaan AMC. Berdasarkan teori, kongres bisa memerintahkan bioskop…
Penulis: Ardhian Valqa
Jakarta, Dexpert.co.id – Taiwan menuduh China merusak kabel internet bawah laut internasional. Kabel yang rusak terjadi awal bulan ini milik Chunghwa Telecom. Kerusakan itu membuat Chunghwa Telecom mengalihkan lalu lintas internet agar pelanggan tetap terhubung. Perusahaan telah melaporkan insiden itu pada penjaga pantai Taiwan. Chungwa Telecom menyebutkan sebuah kapal mencurigakan disebut terlihat dalam jalur kabel yang rusak. Berdasarkan keterangan pejabat penjaga pantai Taiwan, diduga kapal kargo milik China. Mereka mengatakan kabel tersebut bendera Kamerun dan Tanzania berisi tujuh warga China. Laporan terpisah menyebutkan kapal dimiliki perusahaan Hong Kong bernama Jie Yang Trading Limited pemiliknya warga negara China. Radar menunjukkan kapal…
Jakarta, Dexpert.co.id – Hubungan CEO Meta Mark Zuckerberg dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kian mesra. Keduanya dilaporkan bertemu di Mar-A-Lago Florida. Pertemuan itu dilaporkan oleh website Semafor yang mengutip seorang sumber. Namun, baik tim transisi Trump dan pihak Meta tidak langsung merespon permintaan berkomentar dari Reuters, dikutip Minggu (12/1/2025). Trump dan Zuckerberg bertemu jelang perubahan yang terjadi di Meta sebelum pelantikan Trump pada 20 Januari 2025. Meta baru-baru ini dilaporkan telah menghapus program cek fakta di dalam platformnya, kebijakan paling drastis selama beberapa tahun terakhir. “Kami mencapai titik sehingga terlalu banyak kesalahan dan terlalu banyak sensor. Ini saatnya untuk…