Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Menggila, Tak Capai Target Langsung Dipecat
    Insight News

    Badai PHK Menggila, Tak Capai Target Langsung Dipecat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Januari 2025Updated:11 Januari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai PHK masih terus mengguncang industri teknologi. Terbaru, Microsoft kembali memangkas karyawan di berbagai departemen.

    Pada awal 2024, Microsoft sudah merumahkan 1.900 karyawan. PHK massal Microsoft juga terjadi pada 2023, ketika raksasa software itu mengumumkan pemberhentian 10.000 karyawan.

    Berbeda dari PHK sebelumnya, kali ini Microsoft menegaskan perusahaan memilih karyawan yang diberhentikan berdasarkan kinerja.

    “Di Microsoft, kami fokus pada talenta yang memiliki performa tinggi,” kata juru bicara Microsoft melalui email kepada CNBC International, dikutip Jumat (10/1/2025).

    Kami selalu membantu karyawan untuk belajar dan bertumbuh. Ketika karyawan tidak menunjukkan kinerjanya, kami mengambil tindakan yang tepat,” ia menambahkan.

    PHK ini akan berdampak ke kurang dari 1% karyawan Microsoft, menurut sumber yang familiar dengan rencana tersebut.

    Microsoft memiliki 228.000 karyawan terhitung per akhir Juni 2024 lalu. Meski margin penghasilan perusahaan hampir 38% dan mendekati rekor tertingginya sejak awal 2000-an, namun kinerja saham Microsoft tidak secerah perusahaan lain pada tahun lalu.

    Saham Microsoft naik 12% sepanjang 2024, namun Nasdaq naik mencapai 29%.

    Di awal 2025, hubungan Microsoft dengan OpenAI dilaporkan merenggang. Microsoft membekingi raksasa kecerdasan buatan (AI) di balik layanan populer ChatGPT tersebut dengan pendanaan lebih dari US$13 miliar.

    Kemitraan itu membantu kapitalisasi pasar Microsoft meningkat dan melewati US$3 triliun pada tahun lalu.

    Kendati demikian, pada pertengahan tahun lalu, Microsoft menambahkan OpenAI dalam daftar kompetitornya. CEO Microsoft Nadella menggunakan frasa “ketegangan kerja sama” saat mendiskusikan hubungannya dengan OpenAI dalam sebuah podcast yang dirilis bulan lalu.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: iPhone 16 Belum Bisa Masuk,Kemenperin Mau Apple Revisi Proposal





    Next Article



    Cuan Rp 160 Triliun, Raksasa Teknologi Malah PHK Besar-besaran



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.