Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Banyak Orang Stress, Sleep Tourism Diprediksi Jadi Tren 2025
    Inspiring You

    Banyak Orang Stress, Sleep Tourism Diprediksi Jadi Tren 2025

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman28 November 2024Updated:28 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Sleep tourism diprediksi menjadi tren wisata pada 2025. Apa itu sleep tourism dan bagaimana hal tersebut menjadi dicari banyak orang?

    Sleep tourism adalah tren pariwisata yang tengah booming di mana pelancong mengunjungi hotel yang memberikan pengalaman khusus untuk meningkatkan kualitas tidur para tamunya. 

    Sebagaimana dipahami, istirahat dan tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Tidak hanya menghilangkan rasa lelah dan kantuk, tidur yang cukup dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Meski demikian, tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan tidur yang cukup. Salah satu penyebab paling umum yang mengganggu tidur adalah stress berlebihan. 

    Stres dapat menyebabkan kurang tidur, dan kurang tidur dapat menyebabkan stres yang lebih parah. Masalah kurang tidur dan stress juga semakin umum di tengah masyarakat modern yang memiliki segudang aktivitas. 

    Melihat hal ini, banyak hotel mulai menerapkan tren wisata tidur atau sleep tourism yang didukung oleh kesehatan. Tren ini terus meningkat sejak pandemi, memanfaatkan kurangnya tidur masyarakat dunia dan keinginan untuk mendapatkan tidur malam yang benar-benar nyenyak.

    Mengutip laporan ABC, hotel-hotel di seluruh dunia telah menawarkan paket khusus, mulai dari US$ 300 (Rp 4,7 juta) hingga US$2.500 (Rp 39 juta), yang dirancang untuk menyediakan suasana yang tenang bagi para tamu. Hotel juga menyediakan teknologi pendamping tidur yang canggih serta memberikan perangkat untuk membangun dan mempertahankan kebiasaan tidur yang lebih baik di rumah.

    Dari produsen tempat tidur asal Swedia, Hastens, Sleep Spa Hotel pertama di Portugal hingga Four Seasons Resort Maui di Wailea, pengalaman tidur yang sehat ditetapkan sebagai tren utama di hotel-hotel mewah.

    Meskipun tidak ada produk kesehatan yang ditawarkan oleh hotel-hotel ini, tren sleep tourism sedang meningkat dan diperkirakan akan terus tumbuh. Hingga saat ini, ada banyak properti ataupun perhotelan yang memanggil para ahli medis untuk memberikan saran tentang ilmu pengetahuan mengenai tidur.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Timnas Indonesia Cetak Lima Rekor Usai Menang Lawan Arab Saudi




    Next Article



    Pria Jepang Tidur Cuma 30 Menit Sehari Demi Panjang Umur



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.