Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bisakah ‘Tukang Selingkuh’ Bertobat? Studi Bilang Begini
    Inspiring You

    Bisakah ‘Tukang Selingkuh’ Bertobat? Studi Bilang Begini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 Juli 2023Updated:5 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Akhir-akhir ini kasus perselingkuhan yang melibatkan publik figur kerap muncul di ranah media sosial. Macam-macam teori soal perselingkuhan akhirnya dibahas secara bebas oleh warganet. 

    Banyaknya kasus perselingkuhan membuat sejumlah warganet berasumsi “Sekali selingkuh, pasti akan selingkuh lagi.” Lantas, benarkah pernyataan tersebut?

    Menurut sebuah studi pada 2017 yang diterbitkan di Archives of Sexual Behaviour, orang yang pernah melakukan perselingkuhan di masa lalu kemungkinan besar akan berselingkuh lagi dalam hubungan selanjutnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berkaitan dengan hal ini, psikolog Alexandra Solomon mengatakan bahwa kesadaran diri relasional adalah salah satu fondasi utama dalam suatu hubungan. Kesadaran diri relasional adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri secara mendalam saat berada dalam hubungan percintaan.

    Solomon mengatakan, kesadaran diri relasional dapat membantu seseorang untuk mengetahui secara mendalam tentang apa yang dibutuhkan sebagai individu dan kemampuan untuk melindungi apa yang pantas dalam suatu hubungan. Tanpa kesadaran diri relasional, seseorang akan tetap terjebak dan akan terus mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu, salah satunya adalah perselingkuhan.

    Bagaimana kalau terlanjur menjalin hubungan dengan seseorang yang pernah selingkuh?

    Ketika berhubungan dengan seseorang yang pernah melakukan perselingkuhan di masa lalu, kedua pihak harus berani mencari tahu sejauh mana komitmen satu sama lain untuk menerapkan kesadaran diri relasional. Sebab, hal itu dapat menentukan arah hubungan Anda di masa depan.

    Menurut Solomon, kesadaran diri relasional adalah tentang bagaimana seseorang bertanggung jawab untuk tumbuh dan sembuh dari masa lalu. Bila memiliki kesadaran diri relasional yang tinggi, besar kemungkinan untuk memiliki hubungan yang bahagia.

    Sebab, seseorang yang telah memiliki pemahaman mendalam tentang diri sendiri akan memiliki keterikatan serta memahami kekhawatiran pasangannya.



    Artikel Selanjutnya


    1 Faktor Utama yang Bikin Orang Tergoda Selingkuh, Jauhi Ya!

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.