Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bitcoin Disikat China, Bagaimana Masa Depan Uang Kripto?
    Insight News

    Bitcoin Disikat China, Bagaimana Masa Depan Uang Kripto?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Oktober 2021Updated:1 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Bitcoin menjadi salah satu investasi paling terpolarisasi dalam sejarah. Adapula yang menyebutnya fenomena gelembung yang akan meletus, tapi ada juga yang mengatakan sebagai gelembung yang akan tetap terus mengembang.

    CEO Galaxy Digital Mike Novogratz menjadi salah satu orang percaya pada potensi cryptocurrency dia mendorong investor untuk melihat melewati volatilitas harian, dan melihat gambaran yang lebih besar.

    “Gelembung dan mania yang terjadi di sekitar hal-hal yang secara fundamental mengubah cara kita berpikir,” kata Novogratz dikutip dari CNN International, Jumat (1/10/2021). “Keuangan akan terganggu oleh sistem desentralisasi, saya yakin itu.”

    Berdasarkan catatan CoinDesk, Bitcoin naik sekitar 45% tahun ini dan hampir 300% selama 12 bulan terakhir. Sebagian besar fokus pada kegilaan bitcoin adalah tentang teknologi yang mendasarinya. Menurutnya ruang kripto mewakili identitas investor baru yang lebih dari sekadar mencari keuntungan.

    Bertaruh pada bitcoin adalah tentang mempercayai perubahan mendasar pada cara uang bekerja hari ini. Bitcoin diperdagangkan tepat di bawah US$ 43.000 per koin pada hari Kamis. Novogratz mengharapkannya bernilai lebih dari setengah juta per koin dalam sepuluh tahun.

    Meski Bitcoin adalah koin terbesar dan paling populer, masih ada ribuan koin lain dengan kapitalisasi pasar yang jauh lebih kecil dan kemungkinan bisa tetap bertahan.

    “Saya berani bertaruh 75% kripto tidak berhasil selama dekade berikutnya,” kata Novogratz.

    Meskipun ruang mata uang digital dipenuhi dengan investor ‘lapar’, dan awan gelap masih terus menaungi di atasnya yakni regulasi. Masih belum jelas entitas pengatur mana yang dimaksudkan untuk mengawasi pasar crypto, sebagian karena tidak jelas apakah cryptocurrency adalah keamanan atau mata uang.

    Beberapa regulasi akan berguna, namun dibutuhkan pula kebebasan untuk berinovasi. Tavonia Evans yang mendirikan kripto Guapcoin mengatakan pihaknya juga menghubungi regulator untuk bekerja sama dalam aturan yang masuk akal dan tidak menghambat industri baru ini.

    [Dexpert.co.id]

    (rah/rah)



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.