Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bola Api Meledak di AS, Langit Subuh Seterang Siang
    Insight News

    Bola Api Meledak di AS, Langit Subuh Seterang Siang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Desember 2024Updated:13 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Warga Indianapolis, Amerika Serikat melaporkan penampakan cahaya terang seperti api terlihat di langit pada Selasa pagi (10/12/2024). Puluhan orang mengaku mendengar suara ledakan menyertai bola api tersebut.

    Menurut IndyStar, American Meteor Society menerima laporan pandangan mata dari 30 orang di 4 negara bagian AS. Mereka mengaku melihat bola api di langit pada sekitar pukul 4 subuh.

    Video bola api yang terekam di kamera pintu salah seorang warga langsung viral di media sosial Reddit, X, dan BlueSky. Warganet yang mengaku menyaksikan menggambarkan benda di langit yang terbakar dengan api berwarna biru dan kuning serta mengeluarkan suara yang “mendidih dan berdenyut” kemudian diikuti oleh suara ledakan keras. 

    “Langit begitu terangnya sehingga seperti siang hari dan tercium bau hingga 20 menit setelahnya,” kata Gabby R., seorang warga di Indiana.

    International Meteor Organization menjelaskan bola api tersebut adalah meteor yang tampak lebih cemerlang dari biasanya. Bola api biasanya jauh lebih besar dari meteor berbentuk batu, es, atau logam berukuran milimeter yang terbakar di atmosfer Bumi.

    “Partikel yang menyebabkan hujan meteor Geminid biasanya sangat kecil, seukuran pasir hingga kacang,” kata Aarran Shaw dari Holcomb Observatory.

    Bola api yang terlihat di langit subuh AS disebut astronom sebagai “bolide”, yaitu bola api yang meledak sangat terang.

    Meteor bola api sebetulnya sering terlihat, bahkan menurut International Meteor Association terjadi hampir setiap hari di berbagai belahan Bumi. Namun, untuk menyaksikannya, pengamat di permukaan Bumi harus ada di waktu dan tempat yang tepat. Permasalahannya momen bola api hanya terjadi dalam hitungan detik.

    Menurut NASA, sekitar 1.600 bolide telah terekam sepanjang 2024. Data tersebut diambil dari hasil observasi satelit Geostationary Lightning Mapper, yang mengukur paparan cahaya untuk mendeteksi kilat.

    [Gambas:Youtube]

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tugas Data Center Dukung Transformasi Digital RI Era Prabowo





    Next Article



    Bunga Mekar di Gurun Paling Kering di Muka Bumi



    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.