Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Telko Bicara Kenaikan Tarif PPN dan Pertumbuhan Ekonomi 8%
    Insight News

    Bos Telko Bicara Kenaikan Tarif PPN dan Pertumbuhan Ekonomi 8%

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Desember 2024Updated:27 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menilai saat ini daya beli masyarakat belum terlalu kuat untuk adanya kenaikan PPN 12%.

    Namun dari sisi ATSI, mereka masih menunggu hasil evaluasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komidigi) selaku regulator industri telekomunikasi.

    ATSI juga terbuka jika diajak untuk diskusi membahas mengenai kenaikan PPN 12% ini. Ketika ditanya apakah kenaikan PPN ini akan memengaruhi industri, Sekjen ATSI Marwan O Baasir, membenarkan soal hal tersebut.

    “Kalau dibilang memengaruhi ya, karena kalau beli barang kita jadi kena PPN 12% ya, pasti akan ada pengaruh beban tambahan ya,” ujar Marwan dalam prgram Profit di CNBC Indonesia, Jumat (27/12/2024).

    “Pasti ada beban tambah, ya ntar kita diskusikan dengan Komdigi,” imbuhnya.

    Di satu sisi ia menyampaikan bahwa industri telekomunikasi memiliki strategi untuk mempercepat dan mendukung ambisi pemerintah Presiden Prabowo Subianto mencapai pertumbuhan ekonomi 8%.

    Marwan melihat bahwa pemerintahan Prabowo sering menyatakan ingin mendorong pertumbuhan dengan basis digitalisasi.

    Misalnya, program makan siang gratis bisa disampaikan kepada para siswa sangat cepat menggunakan aplikasi yang berada di ponsel. Sehingga setiap siswa bisa terekam siapa yang sudah atau belum menerima. Atau program Satu Sehat yang juga diakses melalui internet.

    Infrastruktur internet adalah salah salah satu hal yang bisa dibangun dari industri telekomunikasi untuk mempercepat program-program tersebut.

    “Dengan aplikasi itu kan melalui mobile, pipeline mobile, internet, nah ini menjadi salah satu contoh yang bisa dibantu industri telekomunikasi mempercepat program-program tersebut. Jadi nggak perlu manual, memberikan makanan itu di sekolah tapi semua menggunakan internet,” kata Marwan.

    “Artinya sesuatu yang terkait dengan digitalisasi, kalau kita mau lakukan telco industry bisa membantu.” pungkasnya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Batasi Transfer Pulsa Untuk Basmi Judi Online, Yakin Efektif?





    Next Article



    Harga Langganan Spotify dan Netflix Naik, Tahun Depan Jadi Segini



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.