Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bukan Covid-19, Ini Penyakit Paling Mematikan di Dunia Versi WHO
    Inspiring You

    Bukan Covid-19, Ini Penyakit Paling Mematikan di Dunia Versi WHO

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 November 2024Updated:4 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menetapkan tuberculosis (TB) sebagai penyakit paling mematikan di dunia. Sebelumnya, “gelar” penyakit paling mematikan di dunia dipegang oleh Covid-19.

    Mengutip dari pernyataan WHO, Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan terbaru organisasi kesehatan di bawah PBB itu, pada 2023 lalu sebanyak 10,8 juta orang terjangkit TB. Lalu, sekitar 1,25 juta orang meninggal akibat penyakit paru-paru itu.

    Angka kasus pada 2023 itu merupakan peningkatan signifikan jika dibandingkan pada 2021, yakni 10,4 juta kasus dan 2020, yaktu 10,1 juta kasus. Selain itu, angka pada 2023 merupakan yang tertinggi sejak WHO memantau TB sejak 1995.

    “Fakta bahwa TBC masih membunuh dan membuat banyak orang sakit adalah hal yang keterlaluan, padahal kita memiliki alat untuk mencegahnya, mendeteksinya, dan mengobatinya,” kata Dr. Tedros, dikutip Senin (4/11/2024).

    Menurut WHO, TB sebagian besar menyerang orang-orang di 30 negara. Sebanyak lebih dari separuh kasus global ditemukan di India (26 persen), Indonesia (10 persen), China (6,8 persen), Filipina (6,8 persen) dan Pakistan (6,3 persen).

    Sebagai informasi, TB adalah infeksi bakteri menular pada paru-paru yang umumnya menyebar melalui udara. Sebagian besar infeksi tuberkulosis tidak bergejala dan tidak menular.

    Namun, TB yang ditandai dengan batuk, demam, nafsu makan berkurang, dan berat badan turun mampu menjadi penyakit super menular dan berbahaya jika tidak diobati, bahkan mengakibatkan kematian.

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kompetisi & Geliat Bisnis Skincare Saat Daya Beli Masih Lesu





    Next Article



    21 Penyakit yang Pengobatannya Tak Gratis Meski Pakai BPJS



    Ide Sukses True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.