Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Cara Aman Panaskan Sisa Nasi Agar Bakteri Tidak Muncul
    Inspiring You

    Cara Aman Panaskan Sisa Nasi Agar Bakteri Tidak Muncul

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman26 Juni 2023Updated:26 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Nasi merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia dan sebagian besar negara Asia lainnya. Nasi yang hangat, pulen, dan beruap tentunya sangat enak untuk disantap.

    Namun sayangnya, nasi juga dapat menjadi tempat pertumbuhan bakteri jahat. Nasi yang dibiarkan pada suhu dingin dapat membuat pertumbuhan bakteri dan melepaskan racun berbahaya yang disebabkan bakteri bacillus cereus atau juga dikenal sebagai penyebab sindrom nasi goreng.

    Untuk menghindarinya tergantung pada cara Anda menyiapkan, memasak, dan menyimpan nasi setelah dimasak.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Cara menyimpan nasi yang aman

    Nasi yang sudah matang kemudian harus segera disajikan, atau didinginkan dengan cepat dan dimasukkan ke dalam wadah sebelum masuk ke lemari es atau freezer. Hindari meninggalkan nasi matang selama lebih dari satu jam.

    Cara menghangatkan nasi

    Nasi sisa dapat dihangatkan dengan microwave atau dikukus sambil dipanaskan kembali, tetapi hal tersebut hanya aman dilakukan jika nasi yang dimasak telah didinginkan dan disimpan dengan benar. Jika Anda mendiamkannya selama empat jam, mungkin hal itu bisa berakhir buruk.

    Pemanasan, pendinginan dan pemanasan kembali menyebabkan bakteri berbahaya seperti Bacillus cereus tumbuh. Ini meningkatkan peluang Anda terkena sindrom nasi goreng.

    Seberapa berbahayakah sindrom nasi goreng?

    Keracunan makanan bakteri bacillus cereus bisa berakibat fatal dalam kasus yang parah. Hal itu juga dapat terjadi pada makanan lain seperti pasta.

    Sebuah studi kasus tahun 2011 menemukan ada seorang siswa berusia 20 tahun meninggal karena keracunan Bacillus cereus dalam waktu 10 jam setelah makan pasta berusia lima hari. Kasus serupa terjadi pada tahun 2003 ketika sebuah keluarga memakan salad pasta berumur 8 hari, mengakibatkan satu kematian dan lima anak dirawat di rumah sakit.

    Apa saja gejala sindrom nasi goreng?

    Sindrom nasi goreng sering muncul ditandai dengan gejala seperti muntah dan diare yang dipicu oleh toksin dari Bacillus cereus. Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini akan sembuh sendiri dan berakhir dalam satu atau dua hari, tetapi bagi sebagian orang, penyakit ini dapat berkembang dan bahkan berakibat fatal.

    Antibiotik tidak efektif karena toksinlah yang menyebabkan penyakit daripada bakteri. Jadi, sebaiknya Anda tidak memanaskan kembali nasi untuk kedua kalinya.

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Ide Sukses
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.