Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Cara Mencegah Stroke Usia Muda, Hindari Faktor Risiko Ini
    Inspiring You

    Cara Mencegah Stroke Usia Muda, Hindari Faktor Risiko Ini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman26 Juli 2023Updated:27 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tidak selalu menyerang usia tua, stroke juga bisa terjadi usia muda.

    Stroke sendiri merupakan merupakan kondisi ketika suplai darah ke bagian otak terganggu atau berkurang, yang mengakibatkan jaringan otak tidak mendapatkan oksigen. Stroke bisa terjadi karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

    Faktanya, sekitar 10 hingga 15 persen stroke terjadi pada orang dewasa di bawah usia 45 tahun, dan jumlah itu terus meningkat. Jenis stroke yang paling umum dialami anak muda adalah stroke iskemik yang diakibatkan oleh pembekuan darah yang menyumbat arteri.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penyebab stroke di kalangan orang dewasa muda

    Beberapa faktor risiko stroke pada anak muda berbeda dengan yang ditemukan pada orang tua. Adapun penyebab stroke yakni merokok, alkohol, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

    Namun, gaya hidup yang buruk bukan satu-satunya penyebab stroke pada anak muda. Kondisi lain yang dapat menyebabkan stroke sebelum usia 45 tahun adalah faktor keturunan atau genetik. Kondisi bawaan ini meningkatkan peluang Anda terkena stroke.

    Berikut tanda-tanda dan gejala stroke yang tidak boleh disepelekan:

    1. Gangguan penglihatan atau pandangan kabur

    Stroke dapat menyebabkan penglihatan menjadi ganda, kabur atau bahkan hilangnya penglihatan di salah satu mata. Namun gejala ini mungkin tak semenonjol lemahnya otot wajah, lengan dan gangguan bicara yang umumnya lebih sering terlihat pada pasien stroke.

    2. Susah bicara dan sering linglung

    Stroke juga dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk mengekspresikan dirinya lewat kata-kata atau memahami perkataan orang lain. Sejumlah tes sederhana yang dilakukan oleh dokter seperti meminta Anda mengucapkan sebaris-dua baris kalimat dapat memprediksi seberapa besar risiko stroke Anda.

    3. Lengan dan kaki lunglai

    Ketika terserang stroke, wajar jika salah satu lengan atau kaki, atau keduanya mendadak lunglai, mati rasa atau lumpuh. Bahkan bisa jadi sisi tubuh yang lumpuh berkebalikan dengan bagian otak yang terserang stroke.

    Cobalah angkat kedua lengan Anda dengan posisi yang berjajar selama 10 detik saja. Jika salah satu lengan sedikit ke bawah, hal itu dapat mengindikasikan adanya lemah otot, atau salah satu gejala stroke. Bisa juga dengan membuka kedua mata sambil mengangkat setiap kaki secara bergantian dan lihatlah apakah tingginya bisa sejajar atau tidak.

    4. Pening atau kehilangan keseimbangan

    Jika Anda sering mual atau susah berjalan, banyak orang mengira Anda mabuk, padahal bisa jadi Anda terkena stroke.

    5. Sakit kepala akut

    Waspada jika tiba-tiba Anda mengalami sakit kepala akut, bahkan yang mungkin paling buruk selama hidup Anda, karena itu adalah gejala stroke.

    Dari sebuah studi yang melibatkan 588 pasien ditemukan orang yang mengalami sakit kepala sebagai gejala awal stroke yang dialaminya cenderung berusia lebih muda dan memiliki riwayat migrain.

    6. Wajah murung

    Otot wajah yang melemah secara tiba-tiba di salah satu sisi bisa jadi salah satu gejala stroke. Dokter bisa mengetahuinya dengan meminta Anda tersenyum atau memperlihatkan gigi Anda. Tapi jika salah satu sisi wajah tak bergerak, itu bisa berarti Anda terkena stroke.

    7. Nyeri

    Rasa nyeri bukanlah gejala stroke yang umum, kecuali jika Anda tiba-tiba terserang nyeri di salah satu lengan, kaki, sebagian wajah atau dada maka jangan disepelekan. Sebuah studi pun menemukan wanitalah yang lebih sering mengalami gejala stroke non-tradisional dibandingkan pria, bahkan angkanya hingga mencapai 62 persen. Dan salah satu di antara gejala yang paling umum adalah rasa nyeri.


    Artikel Selanjutnya


    Ladies, Inilah 6 Gejala Stroke Ringan Pada Wanita

    (hsy/hsy)


    Gaya Hidup Terkini Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    6 Tempat Wisata Legend Ini Dulu Ramai, Kini Sepi Bak Kuburan

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.