Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Catat! 4 Kelompok ini Wajib Skrining Tiroid, Ini Penjelasannya
    Inspiring You

    Catat! 4 Kelompok ini Wajib Skrining Tiroid, Ini Penjelasannya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman8 November 2024Updated:8 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Skrining tiroid penting dilakukan sejak dini. Hal ini dapat mendeteksi gangguan tiroid sejak awal, sehingga pengobatan bisa segera dimulai dan mencegah dampak jangka panjang yang serius.

    Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan bahwa hal ini sangat penting, terutama untuk melihat apa ada masalah dengan kelenjar tiroid. Gangguan tiroid seperti hipotiroid seringkali tidak memunculkan gejala.

    “Skrining jadi sangat penting, terutama pada mereka yang berisiko,” kata Dante dalam peluncuran White Paper Tiroid bersama Merck di JW Marriot Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

    Dalam kesempatan serupa, Ketua Umum Perkumpulan Tiroid (InaTA) Tjokorda Gde Dalem Pemayun menjelaskan, setidaknya ada empat kelompok yang wajib skrining. Berikut di antaranya:

    1. Orang dengan riwayat keluarga kanker tiroid
    Orang yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker tiroid berisiko tinggi terkena kanker tiroid. Namun, bukan berarti kanker tiroid hanya muncul karena faktor genetik. Faktor gaya hidup juga turut berkontribusi

    2. Orang dengan riwayat keluarga autoimun
    Tjokorda menyebut, riwayat penyakit autoimun yang berkaitan dengan tiroid seperti penyakit Hashimoto (penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid) dan penyakit Graves (penyakit autoimun yang mengakibatkan hipertiroidisme) perlu melakukan skrining.

    Namun, faktor riwayat ini tak cuma berlaku pada dua penyakit autoimun di atas. Riwayat keluarga dengan autoimun lain yang lebih umum seperti radang sendi juga bisa berpengaruh.

    3. Ibu hamil yang tinggal di kawasan pegunungan
    Yodium merupakan mineral bahan baku hormon tiroksin. Yodium diperoleh dari konsumsi buah, ikan segar, juga sayuran. Hanya saja, tidak semua bahan pangan ini tinggi yodium, terutama bahan pangan yang berasal dari lereng gunung.

    Bahan pangan tinggi yodium dapat diperoleh dari wilayah yang tidak jauh dari laut.

    “Beli sayuran tapi sayuran ini di lereng gunung, iodiumnya rendah, mikronutrien rendah. Jelas si kelenjar gondok yang ada enggak mampu bikin hormon, bahan baku enggak ada,” jelasnya.

    4. Orang lanjut usia
    Orang lanjut usia rentan mengalami gangguan tiroid sebab organ-organ endokrin, termasuk kelenjar tiroid, mengalami perubahan, baik dari segi anatomi maupun fungsi.

    (Sumber: CNBC.com )

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Inovasi Parfum Lokal ‘Berebut” Pasar Saat Daya Beli Lesu

    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.