Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Merchandise
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Keras ke Alibaba, Investor GoTo & Grab Ini Menderita
    Insight News

    China Keras ke Alibaba, Investor GoTo & Grab Ini Menderita

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 November 2021Updated:9 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pemerintahan Xi Jinping membuat kebijakan keras pada raksasa teknologi China seperti Alibaba, Tencent hingga DiDi. Namun yang paling menderita ternyata adalah SoftBank, investor Tokopedia (GoTo) dan Grab.

    Bank CEO SoftBank Masayoshi Son menggambarkan kondisi investasi perusahaan di China ibarat terjebak dalam “badai salju musim dingin yang besar”, seperti dikutip dari CNN International, Selasa (9/11/2021).

    Pada kuartal Juni-September 2021, SoftBank mencatatkan kerugian sebesar US$3,5 miliar. Nilai aset bersih perusahaan yang menunjukkan performa perusahaan turun sebesar US$54,3 miliar menjadi US$187 miliar.

    Penyebabnya penurunan kinerja ini? “Dalam satu kata: Alibaba,” ujar Masayoshi Son dalam presentasi kinerja keuangan kepada investor.

    Alibaba memang startup kebanggaan SoftBank dan penopang kinerja perusahaan asal Jepang itu. SoftBank berinvestasi sebesar US$20 juta di Alibaba lebih dari 20 tahun lalu. Nilai itu kemudian berubah menjadi US$60 miliar ketika Alibaba melakukan pencatatan saham perdana (IPO) di bursa saham pada 2014.

    Aturan lebih keras dari pemerintahan Xi Jinping memang telah membebani Alibaba dan perusahaan teknologi lainnya selama setahun terakhir. Alibaba didenda US$2,8 miliar setelah otoritas menyebut Alibaba menjalankan praktik monopoli. Ant Group, startup keuangan yang terafiliasi dengan Alibaba, batal IPO.

    Alibaba kehilangan kapitalisasi pasar sekitar US$400 miliar sepanjang tahun lalu. Pada periode Juli-September harga saham Alibaba sudah turun 35%. Ini berdampak besar bagi SoftBank.

    Selain Alibaba, SoftBank juga investor DiDi, raksasa ride hailing China. Perusahaan ini diselidiki regulator China soal penggunaan data pelanggan. Pada Juni-September 2021 harga saham DiDi sudah turun 45%.

    Meski rugi, Masayoshi Son tetap optimistis akan masa depan SoftBank. Menurutnya tahun ini ada beberapa startup yang didanainya akan melantai di bursa saham (IPO).

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.